#HariSumpahPemuda

Jangan Biarkan Masa Mudamu Sia-Sia

gomuslim.co.id - Ketika seorang pemuda tidak punya arah dan tujuan yang jelas dalam menjalani hidup, saat itulah sebenarnya sedang terjadi masalah besar. Saat itu juga si pemuda sedang menyia-nyiakan waktu terbaiknya. Pemuda yang tidak fokus, tidak punya target dan gairah menjemput masa depan akan mendekat pada kesuraman.

Dulu, pemuda menorehkan tinta emas kejayaan Islam. Kemenangan dan kejayaan Islam direngkuh oleh para pemuda. Pemuda juga menjadi aktor utama kemerdekaan negara kita. Mereka mencatatkan sejarah yang manis. Sepatutnya, kita meneladani semangat dan perjuangan para pemuda tempo dulu. Jangan sampai kita menjadi pemuda zaman now yang justru larut dan bertekuk lutut terhadap dunia.

Rasululllah SAW pernah bersabda mengenai anjuran untuk memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainya. Salah satu perkara itu adalah memanfaatkan waktu muda sebelum datang waktu tua. Sabda tersebut menegaskan betapa pentingnya memanfaatkan waktu muda. Sebab, masa muda adalah masa keemasan dalam hidup yang tidak akan terulang lagi.

Waktu muda adalah waktu terbaik untuk mengoptimalkan diri dalam mencari ilmu, mencari relasi, memperbanyak pahala dan hal positif lainnya. Jangan sampai masa muda habis sia-sia, hingga menyisakan penyesalan dan kegagalan di masa tua. Nabi Muhammad muda adalah teladan baik untuk para pemuda saat ini. Beliau mengisi waktu muda dengan produktif, bahkan sangat menguntungkan.

Kekosongan Waktu dan Rasa Malas Merusak Masa Muda

Salah satu penyebab kerusakan pemuda adalah kekosongan waktu alias tidak ada kegiatan yang bernilai positif. Hal Ini diperparah dengan rasa malas yang hinggap pada diri pemuda. Jika tidak diisi dengan kegiatan positif, maka akan diisi dengan kegiatan negatif. Atau hanya berdiam diri menyia-nyakan masa mudanya, istilah keren saat ini Rebahan.

Ketika pemuda mengalami kekosongan waktu atau tidak melakukan hal positif, maka mereka mulai mulai mencari-cari kegiatan yang tidak menguntungkan atau bahkan merugikan. Contohnya mereka yang mengisinya dengan hal sia-sia dan kurang bermanfaat seperti nongkrong-nongkrong tidak jelas. Bahkan ada pula yang mengisi waktu dengan balap liar, tawuran dan lainya yang amat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Meneladani Masa Muda Rasulullah SAW

Nabi Muhammad memiliki etos kerja yang tinggi sejak masih muda. Berbeda dengan pemuda pada umumnya yang kebanyakan bergantung dengan kemapanan orangtuanya, Muhammad SAW memilih untuk memanfaatkan masa mudanya untuk bekerja. Beliau juga tidak tenggelam dalam fitnah dunia, dimana para pemuda berfoya-foya dan bemalas-malasan.

Setidaknya, ada dua pekerjaan yang dijalaninya sampai beliau menikah dengan Khadijah RA, yaitu menggembala kambing dan berniaga. Mengenai penggembalaan kambing ini, Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Nabi:

«مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الغَنَمَ» ، فَقَالَ أَصْحَابُهُ: وَأَنْتَ؟ فَقَالَ: «نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ»

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, melainkan (sebelumnya berprofesi) sebagai penggembala kambing.” Mendengar jawaban Nabi, sahabat merespon, “Apa Anda juga?” “Ya. Dulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah sejumlah uang.” (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad muda pun dikenal sebagai pembisnis ulung. Bahkan sudah sejak usia 12 tahun, Nabi sudah diajak berdagang ke Negeri Syam. Saat itu Nabi turut serta bersama sang paman yakni Abu Thalib. Di usia 17 tahun, Nabi telah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan ke luar negeri. Kemudian pada usia 25 tahun, beliau menjalankan bisnis internasional milik Khadijah ke Negeri Syam yang kemudian membuat majikannya ini jatuh hati kepada beliau.

Pertangungjawaban Masa Muda

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)” (HR. At-Tirmidzi).

Umur akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, akan tetapi selanjutnya, masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Karena itu, masa muda perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda adalah generasi penerus di masa depan. (wan)


Sungguh, kelak Allah akan bertanya padamu. Tentang masa mudamu, untuk apa kau habiskan masa mudamu itu

Salam, Bangkitlah Pemuda

Wallahu’alam Bishawab

Foto (iStock by Getty Images)


Back to Top