75 Tahun Merdeka: Jangan Mundur dan Dustakan Nikmat Kemerdekaan! 

gomuslim.co.id - 17 Agustus 1945, kini 17 Agustus 2020. Sudah 75 tahun kita menjadi bangsa merdeka. Kita lepas dari jajahan dan bebas dari segala bentuk penindasan bangsa lain. Bangsa ini sudah setara dengan bangsa-bangsa lain dalam hal kemerdekaan.

Penjajah sudah enyah, dipukul mundur oleh para pejuang. Kekayaan sumberdaya alam negri sudah bisa dipanen, diolah dan dinikmati. Hak untuk beribadah juga tidak bisa dihalangi lagi. 

Sudah selama 75 tahun bangsa ini diberi sebuah anugerah besar bernama kemerdekaan. Maka nikmat mana lagi yang bangsa ini dustakan? Apakah mendustakan nikmat kemerdekaan? Mendustakan nikmat untuk leluasa dalam hidup beragama?

Ingat bahwa tidak semua pemeluk Islam bisa beribadah dengan nyaman. Lihatlah muslim Palestina dan muslim di Uighur serta Rohingnya yang masih bernasib buruk. Jika pandai berkaca pada mereka, seharusnya dalam hati kita timbul rasa syukur yang besar atas nikmat kemerdekaan ini. Maka, janganlah mendustakan nikmat kemerdekaan ini.

Kehidupan merdeka adalah cita-cita luhur para leluhur. Ulama, dai dan para santri terdahulu sangat paham bahwa hanya satu perintah yang harus ditaati, ialah perintah Allah. Artinya bahwa penjajah memang harus segera dipukul mundur, karena mereka memerintah semau-mau. Salah satu tujuan perjungan yang hingga mengorbankan nyawa itu adalah agar anak cucu mereka (kita) bisa bebas beribadah.

Tagline kemerdekaan tahun 2020 ini adalah Indonesia Maju. Sangat tepat. Sudah 75 tahun bangsa ini merdeka, jangan sampai malah mundur dalam iman dan taqwa. Jangan hanya berlomba menjadi yang terkaya, terbisa, terhebat, terakui dan predikat duniawi lainya. Jadilah orang yang berlomba dalam kebaikan, maju dalam hal iman dan taqwa. Maju dalam perbendaharaan amal kebaikan.

Nikmat merdeka ini jangan membuat terlena, leha-leha dalam kebebasan hingga berbuat yang mungkar. Jangan sampai pula kenikmatan ini malah membuat kita lupa diri bahwa kita adalah hamba yang diciptakan dengan tujuan ibadah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Adz Dzariyat ayat 56 bahwa manusia diciptakan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.

Jangan sampai kita mundur, terjajah lagi. Oleh ambisi dan angan. Hingga lalai menunaikan kewajiban-kewajiban. Menjajah diri sendiri dengan nafsu dunia. Menjadikan diri sendiri sebagai budak, kacungnya dunia.

Jangan sampai kita terjajah dalam kemerdekaan. Terjajah oleh ambisi dan angan-angan menggemgam dunia hingga lupa mempersiapkan mati. Nabi Muhammad SAW bersabda "Anak adam menjadi tua dan dua hal tetap menyertainya, yaitu ambisi serta angan-angan" (HR. Muslim).

Setelah iman dan taqwa yang kuat dimiliki, hendaklah juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi dan misi bangsa yang besar. Karena umat Muslim adalah umat terbaik. Allah SWT berfirman, "Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (QS. Ali Imran: 110).

Ingat bawah masih banyak masalah bangsa dan negara yang hurus segera diselesaikan. Kemiskinan, korupsi, kriminal, akses pendidikan yang belum merata, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, pengangguran, minimnya lapangan kerja adalah segudang masalah-masalah bangsa yang katanya hidup di negeri gemah ripah loh jinawi.

Tidak hanya para muslim terdahulu yang berjuang dalam kemerdekaan saja yang tercatat memiliki andil kepada negara dan bangsa. Namun, kita generasi muslim pengisi kemerdekaan pun dapat tercatat memiliki andil dalam mengisi kemerdekaan. Ingat bahwa kita diperintah untuk melaksankan yang makruh dan mencegah yang mungkar. Jangan sampai kita hanya diam saja melihat ibu pertiwi sakit dan disakiti. Ingatlah pesan Ali Bin Abi Thalib, "Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahatTapi karena diamnya orang baik

Dirgahayu Republik Indonesia tercinta, semoga kemajuan bangsa dan negara ini diikuti dengan kemajuan iman dan taqwa. Diikuti dengan rasa syukur setingi-tinginya yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan adalah nikmat, bisa saja membuka pintu nikmat yang lain dan bisa juga menutup nikmat yang lain. Merdeka ! ! ! (wan)


Back to Top