:
:
News
Lawan Islamofobia, Guru Muslim di Kanada Bagikan Daftar Buku Bacaaan untuk Keluarga

gomuslim.co.id – Seorang guru Muslim asal Saskatoon Kanada berjuang menciptakan ‘dunia dan komunitas yang inklusif’ dengan membuat daftar bacaan untuk keluarga yang ingin memerangi Islamofobia.

“Saya pikir Anda dapat melihat diri Anda dalam pengalaman seperti keluarga, persahabatan, kerja tim, atau olahraga (pengalaman universal). Saya benar-benar percaya itulah salah satu cara kita dapat membangun jembatan pemahaman dan benar-benar melawan stereotip negatif dengan anak-anak,” kata Rabia Khokhar seperti dilansir CTVNews, Kamis (24/06)

Khokhar, seorang guru di Greater Toronto Area, membagikan daftar buku anak-anak yang berpusat di sekitar penulis dan suara Muslim melalui akun Twitternya pekan lalu.

Buku-buku tersebut menyentuh segala hal mulai dari memasak bersama orang tua, musik, kepercayaan pada diri sendiri, dan petualangan untuk membantu orang tua memerangi Islamofobia di lingkungan mereka.

Beberapa judul, yang ditulis oleh penulis Kanada dan Amerika, di antaranya "Salma The Syrian Chef", "Barakah Beats", "Agent Zaiba Investigates", "Malika's Surprise", "Sadiq and the Fun Run", "Fatima's Great Outdoors", "Seperti Bulan Mencintai Langit," dan "Biru Terbangga."

“Saya pikir cerita sehari-hari memulihkan martabat orang,” kata Khokhar.

Dia menjelaskan bahwa melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti tantangan membaca adalah salah satu cara terbaik. Tidak hanya membantu anak-anak menyadari betapa besar kekuatan yang mereka miliki, tetapi juga membuat keluarga berempati dengan orang-orang yang terpinggirkan dari komunitas.

Daftar Khokhar terinspirasi oleh daftar bacaan yang menampilkan penulis kulit hitam dan narasi yang berpusat pada kulit hitam. Tahun lalu, buku tersebut menarik perhatian masyarakat selama protes dan demonstrasi Black Lives Matter melawan rasisme sistemik.

“Suara kami selalu ada di sini tetapi selalu ada struktur yang mencegah suara kami didengar atau bahkan dikucilkan,” kata Khokhar.

 

Baca juga:

Muslim Kanada Sambut Baik Dukungan Pemerintah Alberta untuk Cegah Kejahatan Rasial

 

Khokhar menambahkan bahwa dia tidak pernah melihat dirinya tercermin dalam bahan bacaan yang tumbuh di sistem sekolah Kanada.

Daftar tersebut muncul di antara upaya untuk memerangi Islamofobia di Kanada setelah Salman Afzaal (46), Madiha Salman (44), Yumna Afzaal (15), dan Talat Afzaal (74), tewas pada hari Ahad, 6 Juni lalu. Keluarga tersebut ditabrak Nathaniel Veltman (20), menggunakan mobil pickup hitam di trotoar.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang serangan Islamofobia di provinsi-provinsi di seluruh Kanada. Seruan meluas kepada pihak berwenang untuk mengatasi rasisme, kekerasan yang dimotivasi oleh kebencian, dan prevalensi kelompok sayap kanan.

Ini bukan kali pertama Khokhar memimpin upaya memerangi Islamofobia. Pekerjaan masa lalunya di sekolah membuat dia memenangkan Penghargaan Aktivisme Anti-Rasis dan Kesetaraan dari Federasi Guru Dasar Ontario 2020-2021.

“[Buku] selalu menjadi cara bagi saya untuk memusatkan suara orang-orang yang mengalami rasisme, diskriminasi, dan penindasan agama,” katanya.

Tetapi dia mencatat ada peringatan dalam daftar bacaannya: penindasan anti-Muslim bukanlah tema utama dalam daftarnya.

Muna Saleh, asisten profesor pendidikan di Universitas Concordia di Edmonton, memuji upaya Khokhar, dengan mengatakan bahwa dia ‘sangat berbesar hati dengan daftar tersebut’.

“Saya sangat terkesan, Mashallah [berarti 'pekerjaan bagus' dalam bahasa Arab], dengan kemampuannya untuk menghadirkan begitu banyak penulis dan pengalaman serta interseksionalitas yang berbeda. Terlalu sering orang memandang Muslim hanya sebagai monolit. Dan itu tidak benar,” kata Saleh.

Namun, dia percaya lebih banyak upaya diperlukan untuk memberikan suara Muslim dalam pendidikan sehari-hari. Khohar setuju.

“Kita tidak bisa memiliki anak Muslim yang hanya disorot selama Bulan Warisan Islam atau siswa Kulit Hitam hanya diwakili identitasnya selama Bulan Sejarah Hitam. Beginilah cara kita memulai tetapi mereka tidak bisa berada di tempat kita berakhir,” pungkasnya. (jms/CTVNews/aboutislam)

 

Baca juga:

Kenalkan Islam, Guru di Kanada Ajak Tenaga Pendidik Non-Muslim Coba Puasa Ramadan

Responsive image
Other Article