:
:
News
Pelajari Detail Bangunan Masjid Sheikh Zayed, Pimpinan Waskita Karya Kunjungi Abu Dhabi

gomuslim.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk dipercaya menjadi kontraktor pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Masjid ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) ini dikerjakan Waskita selama 15 bulan dan akan selesai pada akhir Agustus Tahun 2022.

Untuk mengetahui detail bangunan Masjid Sheikh Zayed, President Director (Presdir) Waskita Karya, Destiawan Soewardjono terbang ke Abu Dhabi pada awal Juni lalu. Kunjungan ini merupakan undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, UEA.

Dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Destiawan didampingi Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Mas’udi Jauhari, dan Project Manager Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Adriansyah Perdana. Kunjungan ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sungguh ada kemegahan terasa begitu kami menginjakkan kaki di masjid tersebut," tutur Destiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/06/2021).

Destiawan mengatakan, arsitektur Sheikh Zayed Grand Mosque didominasi warna putih, baik fasad, kubah, hingga menara. Masjid Sheikh Zayed sendiri terinspirasi oleh pengaruh arsitektural Mughal (India, Pakistan, Bangladesh) dan Mooris (Maroko).

Dibangun dengan 82 kubah bergaya Maroko, keseluruhan arsitektur Sheikh Zayed Grand Mosque dihias dengan batu pualam putih. Lengkap dengan pelataran tengah sebagaimana arsitektur Masjid Badshahi di Kota Lahore, Pakistan yang bergaya Mughal.

 

Baca juga:

Waskita Karya Menangkan Tender Pembangunan Masjid Sheikh Zayed di Solo

 

Kubah utama masjid ini berdiameter 32,8 meter dan setinggi 55 meter dari dalam atau sekitar 85 meter dari luar. Merujuk kepada Turkey Research Centre for Islamic History and Culture, ini merupakan kubah terbesar yang pernah dibuat dalam jenis yang sama.

Secara keseluruhan, arsitektural Sheikh Zayed Grand Mosque dapat disebut sebagai fusi dari arsitektural Mughal, Moorish, dan Arab. Ukuran masjid seluas 22.412 meter persegi itu setara dengan lima lapangan sepak bola dan dapat menampung 40.960 jemaah.

“Pembangunan Sheikh Zayed Grand Mosque ini menonjolkan keindahan yang begitu terlihat jelas pada interior masjid," ucap Destiawan.

Misalnya, kerangka lampu gantung utama dibuat di Jerman, kristal dibuat di Austria, serta bola kristal warna-warni dari Italia. Dinding mihrab dengan tempat imam berwarna emas yang miliki 99 Asmaul Husna (berupa dinding inlay marmer yang diterangi oleh pencahayaan spesial.

Lalu, dinding sisi luar dihias dengan mozaik kaca emas. Pintu utama masjid ini dibuat dengan bahan kaca setinggi 12,2 meter dan lebar 7 meter memiliki berat mencapai 2,2 ton. Sekeliling masjid juga memiliki kolam seluas 7.874 meter persegi yang dibangun menggunakan keramik kombinasi biru.

Kolam ini dapat memantulkan cahaya pada malam dan siang hari. Sheikh Zayed Grand Mosque memiliki lebih dari 1.000 pilar di area luar yang dilapis dengan mamer white carrara dari Italia dan corak bunga dari batu alam berbagai jenis di seluruh dunia. (rls/kompas)

 

Baca juga:

Mulai Dibangun, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Menjadi Simbol Persahabatan Indonesia dan UEA

 

 

Responsive image
Other Article