:
:
News
Dibantu Ahli dari Museum Louvre, Uzbekistan Restorasi Naskah Alquran Tertua

gomuslim.co.id – Kementerian Kebudayaan Uzbekistan telah mengumumkan restorasi lengkap salah satu naskah Alquran tertua. Proses restorasi tersebut akan dibantu oleh para ahli dari Museum Louvre di Prancis.

Dilansir dari publikasi Azertag, Rabu (23/06/2021) Dana Pengembangan Budaya dan Seni dari Kementerian Kebudayaan Uzbekistan memulihkan salah satu naskah Alquran tertua. Naskah yang dikenal Katta Langar itu dibuat sejak abad ke-8 Masehi.

Kantor Berita Azertag melaporkan bahwa dua ahli dari Museum Louvre di Prancis diundang untuk memperbaiki naskah ini.

Pekerjaan memulihkan naskah Alquran ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama selesai November 2019, tahap kedua Februari 2020 dan tahap terakhir Mei tahun ini. Naskah lama ini disimpan di Masjid Katta Langar di kota Kamashi, Republik Uzbekistan.

 

Baca juga:

Mengenal Mushaf Tokyo, Naskah Alquran Pertama di Asia Timur

 

Naskah Alquran kuno sendiri menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya Islam. Tidak banyak arsip Alquran yang benar-benar bisa bertahan melewati perubahan zaman, apalagi sampai melewati ribuan tahun.

Naskah Alquran tertua di dunia sendiri tersimpan di Universitas Birmingham, Inggris. Penemuan naskah ini sebenarnya tidak disengaja. Naskah tersebut tergabung dalam Mingana Collection.

Mingana Collection terdiri atas 3.000 dokumen dari Timur Tengah yang dikumpulkan oleh Alphonse Mingana, seorang Imam Kasdim (Chaldeans) yang lahir dekat Mosul, Irak pada 1920-an.

Kemudian, oleh seorang ahli dilakukan uji penanggalan radiokarbon yang akhirnya mengungkap fakta bahwa naskah kuno tersebut setidaknya berusia 1.370 tahun, menjadikannya salah satu Al-quran versi paling awal. Manuskrip tersebut ditulis dengan huruf Hijazi -- versi awal huruf Arab.

Dosen pengetahuan tentang Kristen dan Islam di Universitas Birmingham, Professor David Thomas mengatakan, berdasarkan data penanggalan radiokarbon, dimungkinkan orang yang menulis naskah tersebut hidup di masa yang sama dengan Rasulullah.

"Sosok yang menulis naskah tersebut mungkin mengenal sosok Nabi Muhammad. Ia mungkin bertemu dengan Sang Rasul, mungkin juga mendengar langsung syiarnya. Penulis itu bisa jadi mengenal sosok Nabi secara pribadi," kata dia. (jms/iqna/dbs)

 

Baca juga:

India Miliki Naskah Alquran Tulisan Tangan Terpanjang di Dunia 

Responsive image
Other Article