:
:
News
Kementerian Urusan Islam Saudi Perbarui Prokes di Masjid

gomuslim.co.id – Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi mengeluarkan surat edaran yang merinci perubahan protokol kesehatan (prokes) di masjid-masjid seluruh Kerajaan. Pembaruan prokes tersebut sehubungan dengan perkembangan pandemi coronavirus (COVID-19) yang masih terus berlanjut.

Dalam edaran tersebut dikatakan bahwa semua tindakan pencegahan harus diambil. Di antaranya mengenakan masker, membawa sajadah pribadi, menghindari keramaian saat masuk dan meninggalkan masjid, dan menjaga jarak satu setengah meter antara jamaah.

“Kementerian membatalkan persyaratan untuk meninggalkan satu baris kosong di antara setiap dua baris dan mengembalikan waktu tunggu antara azan dan iqamah seperti semula,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (21/6/2021).

Masjid harus mematuhi waktu yang telah disetujui sebelumnya yaitu 20 menit untuk semua salat wajib, 25 menit untuk salat Subuh, dan 10 menit untuk salat Maghrib.

Kementerian menyampaikan bahwa masjid akan dibuka untuk salat Jumat satu jam sebelum azan dan ditutup 30 menit setelah salat.

Surat edaran tersebut juga membatalkan batasan durasi khutbah dan salat Jumat menjadi 15 menit, namun tetap menyarankan agar khutbah sesingkat mungkin.

 

Baca juga:

Kementerian Haji Saudi Ingatkan Calon Jemaah Waspadai Link Pendaftaran Palsu

 

Selain itu, membatalkan keputusan mengembalikan Alquran ke masjid dan mendesak jamaah untuk membawa Alquran sendiri. Kemudian mengizinkan kuliah dan pelajaran di masjid sambil mengikuti prosedur jarak sosial.

Protokol baru juga mengizinkan pengaktifan kembali tersedianya air minum dan lemari es di masjid.

Kementerian menekankan semua orang untuk mematuhi protokol kesehatan terbaru dari Otoritas Kesehatan Masyarakat. Masyarakat dapat menindaklanjuti pembaruan melalui tautan elektronik: https://covid19.cdc.gov.sa/ar/mosques.

Kementerian juga meminta semua orang untuk kooperatif dan melaporkan setiap pelanggaran protokol kesehatan dengan menelepon 1933, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah.

Sementara itu, kementerian memerintahkan pembukaan Masjid Quba, mulai hari Ahad (20/6), untuk memungkinkan jamaah salat di masjid sepanjang hari. Namun tetap mengurangi kepadatan, terutama di pintu masuk dan halamannya.

Kementerian menegaskan kembali pentingnya mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan mendesak jamaah dan pengunjung untuk bekerja sama dengan otoritas terkait dalam memerangi pandemi, menekankan bahwa kepatuhan semua orang terhadap protokol adalah cara untuk tetap aman.

Ia menambahkan bahwa mengikuti peraturan adalah tuntutan yang sah dan tugas nasional. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Kota di Arab Saudi Ini Bakal Hapus Penggunaan Uang Tunai untuk Semua Transaksi

 

Responsive image
Other Article