:
:
News
Kementerian Haji Saudi Ingatkan Calon Jemaah Waspadai Link Pendaftaran Palsu

gomuslim.co.id – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah memperingatkan calon jemaah agar tidak berurusan dengan perusahaan haji palsu yang tidak terdaftar di portal online untuk jemaah haji.

Kementerian juga mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai iklan tanpa izin di media sosial yang tidak memiliki dukungan resmi.

“Ini menyarankan orang untuk melaporkan agensi, perusahaan, atau tautan apa pun yang mengklaim memberikan izin atau layanan kepada jemaah haji 2021 di luar kerangka portal,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Ahad (20/6/2021).

Wakil Menteri Haji, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan, jemaah haji hanya boleh memesan layanan perusahaan dan lembaga haji melalui portal pendaftaran online resmi jemaah haji.

Seperti diketahui, lebih dari 500.000 orang telah mendaftar untuk melakukan haji tahun 2021 sejauh ini.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah memutuskan untuk membatasi pendaftaran haji tahun ini hanya untuk warga dan penduduk di negaranya sehubungan adanya pandemi virus Corona. Hanya 60.000 orang yang diizinkan untuk melakukan ibadah haji.

 

Baca juga:

24 Jam Setelah Dibuka, Lebih Dari 450.000 Orang Mendaftar Haji

 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut, untuk melakukan ibadah haji tahun ini, jemaah disyaratkan untuk memiliki kartu pintar dan izin resmi yang terdokumentasi. Nantinya, izin tersebut akan dicocokkan dengan kartu elektronik dan ID jemaah.

Untuk pendaftaran izin pelaksanaan haji, semua jemaah harus mendaftar secara online dalam laman resmi kementerian.

"Setiap perusahaan yang menawarkan paket layanan di luar platform kementerian, itu melanggar sistem," kata Dr. Abdulfattah Mashat.

Lebih lanjut, Mashat mengatakan haji tahun ini akan menggunakan izin melalui platform "Absher". Nantinya, informasi bagi para jemaah haji akan ditautkan ke Absher dan ID mereka.

Seluruhnya dilaporkan memenuhi syarat imunisasi dan belum pernah haji sebelumnya. Nantinya seluruh aplikasi ini akan kembali diseleksi.

Sementara itu, protokol COVID-19 yang ketat juga diberlakukan di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Jemaah akan diwajibkan menjaga jarak dan setiap barang bawaan akan selalu didisinfeksi secara berkala. Selain itu, aturan pembatasan dalam ruangan juga akan diperketat. (jms/arabnews/dbs)

 

Baca juga:

Arab Saudi Izinkan Perempuan Daftar Haji Tanpa Mahram

Responsive image
Other Article