:
:
News
Haedar Nashir: Alquran Tidak Cukup Dihafal, Tapi Juga Harus Dipahami dan Diamalkan

gomuslim.co.id – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa Alquran  tidak cukup hanya dibaca dan dihafal. Lebih dari itu, Alquran juga harus dipahami secara mendalam.

Hal demikian disampaikan Haedar dalam acara Khataman Alquran Online Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) beberapa waktu lalu. Haedar Nashir mengungkapkan Alquran telah dijamin penjagaannya oleh Allah SWT.

Berbagai cara Allah menjaga Alquran, sebagaimana ditegaskan dalam tafsir surah Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”

“Dalam beberapa tafsir menyebut bahwa kata ‘lahafidzun’ secara mutlak Allah yang mewahyukan Alquran, menjaganya dari segala perbuatan siapapun baik setan maupun manusia, yang berusaha mencederai, membelokkan, bahkan mungkin juga ingin menghilangkan Alquran sejak diturunkan kepada Rasulullah SAW,” jelasnya.

Pada masa penurunan Alquran, Allah menjaganya dari pencurian setan dan pada masa sesudah penurunannya, Allah menjaga Alquran dari perubahan, penambahan, maupun pengurangan lafad dan penggantian maknanya. Menurut Haedar, cara Allah menjaga Alquran salah satunya dengan melalui umatnya yang menjadi para penghafal.

 

Baca juga:

Haedar Nashir: Persoalan Palestina itu Urusan Kita Semua

 

“Karena itu, keluarga besar Universitas Dian Nuswantoro termasuk yang ikut menjaga dari apa yang Allah jaga. Nabi SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik ibadah adalah mereka yang menjaga, merawat, dan menghafal Alquran. Artinya, menghafal Alquran merupakan satu ibadah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keadaan yang sangat ideal adalah apabila para penghafal Alquran juga mengetahui dan memahami isi Alquran. Sebab akan sulit menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan apabila isi kandungannya tidak dipahami secara baik.

“Kita memahami artinya, memahami maknanya, memahami maksud dan tujuan dari Alquran dari yang kita baca itu. Kenapa harus memahami? Karena Alquran itu petunjuk, pedoman hidup kita, bahkan menjadi pembeda antara hak dan batil,” kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Selain dihafal dan dipahami, menurut Haedar Alquran juga harus diamalkan. Dalam sebuah hadis menyebutkan ketika Ibunda Aisyah radhiyallahu`anha ditanya mengenai akhlak Rasulullah Saw, beliau menjawab: “Akhlak Rasulullah adalah Alquran” (HR Ahmad).

“Artinya bahwa Nabi SAW itu Alquran yang berjalan. Nabi itu role model atau uswatun hasanah. Kehidupan, perjuangan, dan segala macam yang dilakukan Nabi SAW adalah Alquran. Untuk sampai pada level mengamalkan memang harus melalui tahap menghafal dan memahami Alquran dulu,” tegas Haedar. (Muhammadiyah)

 

Baca juga:

Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Perkuat Simpul-Simpul Persaudaraan lewat Silaturrahmi

Responsive image
Other Article