:
:
News
278 Tahanan di Dubai Bebas Setelah Ikut Program Hafalan Alquran

gomuslim.co.id – Pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) mempunyai cara unik dalam menangani para tahanan. Otoritas setempat membuat program menghafal Alquran di lembaga pemasyarakatan untuk para narapidana.

Dalam setahun terakhir, pelaksanaan program menghafal Alquran tersebut telah mengampuni 278 tahanan. Program ini sendiri merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakata dengan Institut Penghargaan Alquran Dubai.

Selama kunjungan ke kantor oleh Kepala Polisi Dubai Abdullah Khalifa al-Marri, para pejabat menjelaskan kepadanya tentang berbagai program pelatihan untuk tahanan, termasuk program agama dan Alquran.

“Menurut pejabat, 278 tahanan pria dan wanita di Dubai telah diampuni dan dibebaskan sejak tahun lalu di bawah program hafalan Alquran,” demikian seperti dilansir dari publikasi al-Emirat al-Youm, Kamis (17/06/2021).

Pejabat dari Direktorat Jenderal Pusat Pemasyarakatan di Dubai juga mengatakan bahwa selain program olahraga dan pelatihan keterampilan, program keagamaan lainnya telah didedikasikan untuk para tahanan selama setahun terakhir. Tidak hanya itu, lapas juga mengadakan 19 kompetisi keagamaan untuk para tahanan.

 

Baca juga:

Mualaf UEA: Stres Lenyap Ketika Saya Sujud di Hadapan Allah SWT

 

 

Perlakuan baik terhadap para tahanan sendiri bukan hal baru di UEA. Awal tahun lalu, 27 narapidana dari berbagai negara yang mendekam di penjara Ras Al Khaimah, UEA memutuskan memeluk Islam. Mereka mengaku menjadi mualaf karena tersentuh oleh ajaran Islam dan perlakuan baik dari petugas Muslim selama di tahanan.

"Perilaku baik Muslim dan kursus pengantar tentang Islam membuat kami merenungkan tentang Islam, yang pada akhirnya membantu kami dalam mengambil keputusan untuk menjadi Muslim," ujar salah satu narapidana seperti dilansir Khaleej Times.

Kepolisian Ras Al Khaimah mengatakan, mereka tidak menyisihkan upaya untuk merehabilitasi semua narapidana, terlepas dari agama, bahasa, atau latar belakang etnis mereka.

“Kami memberikan kepercayaan diri kepada para narapidana dan membantu mereka menjadi anggota masyarakat yang baik, sejalan dengan visi Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan untuk mencapai keadilan, integritas, dan kewarganegaraan yang positif," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Lembaga Pemasyarakatan dan Pemasyarakatan RAK mengatakan ratusan narapidana mendapat manfaat dari program rehabilitasi dan pelatihan.

"Program tersebut bertujuan untuk membantu narapidana berintegrasi lebih baik ke dalam masyarakat setelah menjalani hukuman mereka," jelasnya. 

Program-program ini termasuk kursus menghafal Alquran, mengajarkan mereka tentang pasar tenaga kerja dan membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan dan kejuruan, menghadiri sekolah dan perpustakaan, di antara kegiatan lainnya.

"Kami memberikan pendidikan dan pelatihan kejuruan kepada narapidana, termasuk pertukangan kayu, menjahit, melukis, dan kerajinan tangan, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan narapidana, pada gilirannya membantu mereka memperoleh kepercayaan diri untuk berintegrasi ke dalam masyarakat setelah menjalani masa jabatan mereka," jelasnya. (jms/al-Emirat al-Youm/khaleejtimes/dbs)

 

Baca juga:

Kisah Timothy Weeks, Mantan Tahanan Taliban yang Masuk Islam

Responsive image
Other Article