:
:
News
5.810 KUA Sudah Terintegrasi Sistem Informasi Nikah

gomuslim.co.id – Sebanyak 5.810 Kantor Urusan Agama (KUA) telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Ini merupakan bagian dari Revitalisasi KUA yang saat ini menjadi program prioritas Kementerian Agama.

Hal demikian disampaikan Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam, Jajang Ridwan, di Jakarta. Jajang menjelaskan saat ini Kemenag memiliki 5.945 KUA yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Per Senin, 14 Juni 2021, sebanyak 5.810 KUA kecamatan sudah teritegrasi dengan aplikasi Simkah sehingga KUA kecamatan yang belum memiliki akses Simkah sekitar 135 KUA kecamatan. Kita upayakan yang terbaik," ujar Jajang, Senin (14/6/2021).

Ia menegaskan, Kemenag terus mengupayakan agar seluruh KUA bisa mengakses layanan Simkah. "Kita terus melakukan koordinasi secara intens dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait hal tersebut," ujarnya.

Jajang menjelaskan, aplikasi Simkah sendiri memiliki banyak manfaat, salah satunya memudahkan masyarakat dalam mendaftar nikah secara online. Layanan terbaru, kata dia, masyarakat yang mendaftar nikah melalui Simkah akan mendapatkan Kartu Nikah Digital.

"Kartu Nikah Digital itu terintegrasi dengan aplikasi Simkah. Kita sama-sama tahu kemarin (akhir Mei) Menteri Agama sudah meluncurkan Kartu Nikah Digital. Setelah itu kita langsung menyosialisasikannya kepada seluruh KUA agar layanan ini bisa dinikmati masyarakat," pungkasnya.

 

Baca juga:

Tingkatkan Layanan Keagamaan, Menag Bertekad Revitalisasi KUA di Seluruh Indonesia

 

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengatakan bahwa Revitalisasi KUA merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama.

"KUA akan menjadi rumah penguatan moderasi beragama. KUA merupakan teras depan Kemenag dalam pelayanan urusan keagamaan di masyarakat. KUA harus memiliki performa yang baik, ramah dan tidak menyulitkan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, KUA tidak hanya sebagai tempat untuk proses pencatatan pernikahan saja. Tetapi harus menjadi tempat untuk pembinaan keagamaan dan penyemaian praktik kehidupan moderasi beragama masyarakat.

Wamenag menyampaikan, setidaknya ada empat tujuan strategis dari revitalisasi KUA, yaitu: meningkatkan kualitas umat beragama, memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan, memperkuat program dan layanan keagamaan, dan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

Program revitalisasi KUA meliputi rehabilitasi fisik, misalnya perubahan _layout front office_, _layout_ balai nikah dan ruang konsultasi.

“Revitalisasi ini juga meliputi penyempurnaan standar pelayanan publik pada KUA Kecamatan, transformasi digital dan penguatan program _capacity building_ terhadap petugas-petugas di KUA model seperti penghulu dan penyuluh,” jelas Wamenag.

Di samping itu, Kemenag juga melakukan program penguatan kompetensi petugas di KUA. Ditjen Bimas Islam telah melakukan sejumlah bimbingan teknis (bimtek), seperti bimtek jejaring lokal, bimtek moderasi beragama berbasis keluarga.

Kemudian bimtek layanan prima, bimtek revitalisasi KUA melalui program dan layanan bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah tahun 2021, bimtek administrasi dan pengamanan aset wakaf dan terakhir bimtek standar penyuluh agama Islam dukungan revitalisasi KUA. (jms/kemenag)

 

Baca juga:

Rilis Akhir Bulan Ini, Ini Manfaat Kartu Nikah Digital

 

Responsive image
Other Article