:
:
News
Arab Saudi Izinkan Perempuan Daftar Haji Tanpa Mahram

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi mengizinkan calon jemaah perempuan tanpa didampingi mahram (pendamping laki-laki) untuk mendaftar ibadah haji 2021. Hal ini sebagaimana diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Senin (14/06/2021).

Pendaftaran haji tahun ini dibuka secara online mulai Ahad (13/6) pukul 13.00 sampai tanggal 23 Juni mendatang pukul 22.00 waktu setempat. “Tidak ada prioritas untuk mereka yang mendaftar lebih awal,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Selasa (15/06/2021).

Kementerian Haji Saudi menyatakan tiga paket telah disetujui untuk pelaksanaan haji tahun ini. Biaya untuk tiga paket yang disetujui adalah SR16.560 (Rp62 juta), SR14.381 (Rp54,5 juta), dan SR12.113 (Rp49 juta). PPN akan ditambahkan ke harga setiap paket.

Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi akan membatasi haji 2021 hanya untuk 60.000 jemaah dari dalam negeri, baik warga negara, atau penduduk, dan ekspatriat.

Adapun pendaftaran haji akan melalui lima tahap. Calon jemaah akan diminta untuk mengisi informasi detail pribadi dan riwayat kesehatan mereka berdasarkan dokumen-dokumen resmi. Setelah itu, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional.

Setelah aplikasi diterima, pemohon akan diberikan nomor registrasi untuk pertanyaan lebih lanjut. Setelah memastikan status COVID-19 pemohon, telah divaksin penuh, vaksin dengan dosis pertama, atau imun setelah pemulihan, pesan teks dengan detail pembayaran akan dikirim.

 

Baca juga:

Apresiasi Keputusan Saudi, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H

 

Kementerian mengatakan bahwa mendaftar haji tidak berarti izin haji akhir telah diberikan.

“Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi ditemukan memenuhi semua kondisi dan peraturan kesehatan wajib. Kementerian berhak menolak permintaan setiap saat, jika ditemukan melanggar peraturan penyelenggara,” demikian pernyataan Kementerian.

Sebelum permohonan izin haji dapat dikirim, semua pemohon harus menyatakan bahwa mereka tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir, mereka tidak menderita penyakit kronis, dan tidak terinfeksi COVID-19.

Calon jemaah juga harus mengakui bahwa mereka belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit kronis atau untuk perawatan dialisis dalam enam bulan terakhir. Calon jemaah terbatas hanya bagi mereka yang berusia antara 18 sampai 65 tahun.

"Keputusan itu didasarkan pada keinginan gigih Kerajaan untuk memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ritual haji dan umrah. Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan manusia," demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umrah.

Kementerian menyebutkan, jemaah akan diangkut ke tempat-tempat suci dengan maksimal 20 orang per kendaraan.

Jemaah akan diberi makan tiga kali sehari di Mina dan dua kali makan (sarapan dan makan siang) di Arafah. Mereka akan diberikan makan malam di Muzdalifah. Layanan makanan dan minuman lainnya akan tersedia, tetapi jemaah tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar Makkah.

Sementara itu, fase penyortiran jemaah yang layak haji akan dimulai pada 25 Juni mendatang. Pendaftar harus membayar paket mereka dalam waktu tiga jam setelah memilihnya untuk menghindari pembatalan. Saudi menyatakan pemerintah akan memprioritaskan para pendaftar yang belum pernah melaksanakan ibadah haji sama sekali. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Domestik, Saudi Hanya Izinkan 60 Ribu Jemaah

Responsive image
Other Article