:
:
News
Sempat Berpikir Islam Agama Teroris, Wanita Ini Akhirnya Dapat Hidayah dan Jadi Mualaf

gomuslim.co.id – Perjuangan hidup mualaf setelah memeluk agama Islam tidaklah mudah. Banyak mualaf harus merelakan segala hal yang dicintainya demi menjaga iman. Hal ini seperti yang dialami oleh Haniah, seorang perempuan asal Birmingham, Inggris.

Haniah rela kehilangan segalanya termasuk keluarga yang dicintainya saat memutuskan menjadi Muslim dan masuk Islam. Dia membagikan pengalaman hidupnya yang sangat bebas dan kebarat-baratan sampai menemukan Islam dalam kehidupannya.

"Alhamdulilah Islam memberikan saya batasan. Dari sebelumnya saya yang hidup tanpa batasan, bebas dan liar," kata Haniah seperti dikutip dari akun YouTube Ayatuna, Selasa (8/6/2021).

Selama 20 tahun, kehidupan Haniah sangat bebas. Dia sering pergi ke klub dan pub. Bahkan, saat itu, dia menganggap Islam sebagai agama terorisme. Sampai akhirnya dia bertemu seorang teman kuliah yang mengenalkan Islam.

Hania langsung tertarik dan mencoba mempelajarinya lewat televisi dengan Zakir Naik. Dalam tayangan itu, dia memahami bahwa Islam mengajarkan tentang adanya batasan sebagai seorang perempuan.

"Saya gak punya petunjuk, apalagi di era saat ini, era sosial media, semuanya bebas," kata Haniah.

 

Baca juga:

Pengalaman Tragis Bawa Megan Temukan Hidayah Islam

 

Singkat cerita, setelah mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh, Haniah akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.

“Pada akhirnya saya memutuskan menjadi Muslim. Saya belajar tentang Nabi Muhammad dan bagaimana beliau memperlakukan perempuan di sekitar beliau. Ada begitu banyak nama Muslimah yang bisa saya sebutkan sampai berjam-jam. Semua ini membuat saya sangat bahagia,” tuturnya.

Haniah pun mengatakan keputusannya menjadi Muslim kepada keluarganya. Namun, keluarga Haniah tidak menerima keputusan Haniah menjadi Muslim. Keluarganya bahkan mengusir dan tidak mengakui Haniah sebagai anak dan saudara.

"Dalam waktu dua jam, saya kehilangan semuanya, saya kehilangan keluarga saya, saya kehilangan rumah, kehilangan keluarga. Saya seperti kehilangan akar yang tercerabut dari tanah dan seperti dicampaikan begitu. Ini benar-benar sulit bagi saya, saya tidak bisa tidur setiap malam memikirkan semua ini," katanya.

Namuan, Haniah bersyukur karena menemukan keluarga baru di Masjid Bimingham. “Keluarga yang saya dapatkan dari Masjid Birmingham, Masya Allah sangat luar biasa. Tanpa mereka, saya kira tidak akan ada di sini hari ini, saya mungkin mati karena depresi. Tapi karena umat Islam adalah yang baik dan kuat. Ini memang sulit buat saya, tapi saya tidak menyesal, karena Allah Maha Bijaksana dan tahu yang terbaik," tuturnya. (jms/viva/ayatuna)

 

Baca juga:

Suka Dengarkan Ngaji Alquran, Bule asal Jerman Ini Putuskan Jadi Mualaf

Responsive image
Other Article