Sesuai Keinginannya, Mualaf Jerman Ini Akhirnya Dimakamkan Secara Islam di Turki

gomuslim.co.id – Seorang mualaf Jerman berusia 83 tahun meninggal dunia dan dimakamkan pada hari Ahad (30/5/2021). Renate yang mengubah namanya menjadi Emine Baltacı dimakamkan di distrik Sürmene, Trabzon, Turki sesuai permintaannya.

Dilansir dari publikasi Daily Sabah, Selasa (1/6/2021), Emine Baltacı sudah memeluk Islam sejak 40 tahun silam. Dia mendapakan hidayah setelah bersahabat dengan tetangganya yang merupakan warga keturunan Turki. Emine Baltacı menghembuskan nafas terakhirnya di panti jompo di Cologne, Jerman, tempat dia tinggal.

Karena tahu bahwa Negara akan mengkremasi tubuhnya di pemakaman tanpa nama setelah dia meninggal, Emine Baltacı meminta tetangganya untuk membawa jenazahnya ke tanah air mereka di kota Trabzon. Dia juga meminta pemakamannya dilakukan sesuai dengan aturan Islam.

Keluarga Çakır Turki bertemu dengan pejabat Jerman dan meminta untuk mengangkut jenazahnya ke Turki. Dengan izin putrinya, Baltacı dengan cepat dibawa ke Turki melalui udara dengan bantuan asosiasi masjid yang didirikan oleh warga Turki yang tinggal di Jerman.

Doa pemakaman dilakukan oleh keluarga Çakır dan warga sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan. Emine Baltacı dimakamkan 3.500 kilometer (2.175 mil) dari kampung halamannya di Jerman.

Ergin akır, yang membawa jenazah dari Jerman ke Trabzon, mengenang kisah tetangga mereka yang masuk Islam.

Menurutnya, Renate (Emine Baltacı) dan keluarganya sudah berteman selama 40 tahun. Renate merasakan kehangatan dalam Islam karena persahabatannya dengan keluarga Ergin akır. Setelah melakukan penelitian intensif, Renate menyadari bahwa Islam adalah agama yang tepat untuknya.

 

Baca juga:

Bantu Warga Gaza, Mualaf Singapura Donasikan Rp714 Juta

 

“Dia pergi ke masjid, mencoba belajar Quran, dan berdoa. Dia mengubah nama Jermannya menjadi nama Arab-Turki 'Emine' dan menjalani kehidupan yang benar-benar damai setelah usia 40 tahun sebagai seorang Muslim yang taat, meskipun dia menerima reaksi keras dari beberapa temannya," katanya.

akır mengatakan keluarganya berbicara dengannya melalui telepon di hari-hari terakhirnya. "Jangan biarkan mereka membakar saya jika saya mati. Saya ingin dimakamkan di Turki," pinta Emine Baltacı.

Baltacı telah mengunjungi kampung halaman tetangganya dan merasakan kehangatan dan keramahan orang-orang Turki.

Pasca mendengar kabar wafatnya mualaf wanita Jerman itu, para Çakırs menelepon panti jompo untuk menanyakan apa yang mereka rencanakan. Setelah mengetahui bahwa Baltacı akan dikirim ke pemakaman tanpa nama di mana jenazahnya akan dikremasi, keluarga Turki memulai proses birokrasi yang sulit dalam memindahkan jenazah ke Turki.

"Tidak mudah mengambil jenazah Bibi Emine. Kami menunggu persetujuan dari keluarganya dan lembaga jaminan sosial. Saya berbicara dengan putrinya di telepon. Dia berterima kasih kepada kami dan meminta dokumen yang menyatakan bahwa 'kami tidak akan mengenakan biaya apa pun',” kata anggota keluarga lainnya, Hüseyin Çakır.  

“Kami memberinya dokumen yang diperlukan dan meyakinkannya bahwa kami akan menanggung semua biaya pemakaman. Anggota asosiasi masjid kami membantu kami mengumpulkan uang dan kami membawa Bibi Emine ke Turki," sambungnya.

Imam, yang memimpin doa pemakaman membagikan perasaannya. "Keluarga Çakir menelepon kami dari Jerman dan memberi tahu kami bahwa seorang wanita Muslim ingin dimakamkan di Turki. Mereka bertanya apakah kami bersedia menguburkannya, dan Aku berkata, 'Kami menerimanya seperti ibu kami, seperti saudara perempuan kami.' Kami memang belum pernah melihatnya tetapi dia menyentuh hati kami," pungkasnya. (jms/dailysabah)

 

Baca juga:

Suka Dengarkan Ngaji Alquran, Bule asal Jerman Ini Putuskan Jadi Mualaf


Back to Top