MUI Rilis Fatwa Panduan Ibadah Ramadan 1442 H, Merenggangkan Shaf Hukumnya Boleh

gomuslim.co.id – Komisi Fatwa MUI Pusat mengeluarkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal 1442 H. Ada beberapa panduan di dalam fatwa tersebut. Salah satunya adalah panduan pelaksanaan protokol kesehatan dalam ibadah Ramadan.

Komisi Fatwa menekankan bahwa pelaksanaan ibadah di dalam bulan Ramadan ini, baik itu ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah, tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan penerapan physical distancing (menjaga jarak) saat salat jamaah dengan cara merenggangkan shaf hukumnya boleh, salatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah.

“Menggunakan masker yang menutup mulut dan hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah,” ujar Asrorun saat mengungkapkapkan isi Fatwa tersebut di Jakarta, Selasa (13/04/2021) lalu.

Fatwa ini, kata dia, berbunyi bahwa setiap muslim wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpaparnya penyakit, karena itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

 

Baca juga:

Perdana, MUI Pusat Laksanakan Vaksinasi ke 500 Pengurus

 

Setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran COVID-19 dengan vaksinasi COVID-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity).

“Vaksinasi saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi,” ujarnya.

“Tes Swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab, demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel hembusan nafas,” imbuhnya membacakan isi Fatwa tersebut.

Setelah memperhatikan protokol kesehatan itu, maka umat Islam selama bulan Ramadan ini harus terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan selama bulan Ramadan dapat diisi dengan ceramah dan pengajian keagamaan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menambah wawasan keagamaan dari narasumber ahli agama yang otoritatif.

“Dengan memperbanyak ibadah, tadarus Alquran, menyelenggarakan dan menghadiri majelis taklim dan pengajian, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah, memperbanyak salawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah COVID-19,” ujarnya. (MUI/foto:bbc)

 

Baca juga:

LPPOM MUI Buktikan Vaksin AstraZeneca Manfaatkan Tripsin dari Babi


Back to Top