Ini Tips Prof Quraish Shihab Agar Kehidupan Rumah Tangga Selalu Harmonis

gomuslim.co.id – Kehidupan rumah tangga menjadi sebutan umum bagi orang yang sudah menikah. Karena itu, jikalau hubungan itu sampai putus, bagaikan membunuh, paling tidak membunuh karakter.

Hal demikian disampaikan ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, Prof Muhammad Quraish Shihab dalam Kajian Tafsir Al-Misbah, Selasa (13/4/2021) pagi di Metro TV.

Pada kajian tersebut, Pendiri Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) itu menerangkan bahwa dalam membina kehidupan rumah tangga, suami dan istri seyogianya memupuk berdasarkan percakapan baik agar dapat saling memahami. Masalah yang ada pun hendaknya diselesaikan dengan musyawarah antara suami, istri dan anggota keluarga lain. 

"Alquran itu sangat teliti dan halus. Bahkan dalam menggambarkan hubungan suami-istri saja menggunakan kata bersentuhan agar tidak menimbulkan rasa tidak hormat, rasa tidak sopan, maka diberilah kiasan," terang ayah dari Najwa Shihab ini.

Lebih lanjut, penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini memaparkan kata Qaulan Sadida dalam Surat al-Ahzab ayat 70 yang bermakna kesesuaian dalam mengucapkan perkataan yang bukan hanya dianjurkan berucap jujur/benar. Melainkan juga harus menyesuaikan waktu dan tempat yang tepat.

Ia mengatakan ucapan baik yang harus disampaikan kepada pasangan. Karena pada prinsipnya, Alquran mengajarkan umat untuk memilih ucapan yang tepat pada setiap momen.

 

Baca juga:

Quraish Shihab: Bulan Ramadan bagi Umat Islam Bak Menjahit Pakaian Takwa

 

"Jadi ada ucapan benar tapi waktunya tidak tepat, tempatnya tidak tepat, situasi yang dihadapi tidak tepat. Jangan marah pada suami di hadapan umum, jangan tegur istri di hadapan umum, jangan tegur istri wahai suami pada saat dia galau karena itu tidak dibenarkan. Itu prinsip," tegas Prof Quraish.

Pakar Ilmu Alquran ini mengingatkan hal-hal yang patut dihindari dan dilakukan dalam menjaga keharmonisan berumah tangga. Misalnya, jangan marah dan menunjukkan kekesalan ketika suami baru datang dari luar. “Jika ada permasalahan serius terkadang berbohong dalam keadaan ini diperlukan,” kata Prof Quraish.

"Sebabnya, Nabi bersabda tidak diperkenankan bohong kecuali dalam tiga. Pertama, dalam perang, yang kedua, dalam melakukan Islah (damai) perbaikan antara dua orang yang berseteru. Anda boleh bohong demi mencapai kesepakatan islah mereka, dan yang ketiga, ucapan-ucapan gombal suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya," jelasnya.

Dari perkataan itu, boleh menyesuaikan dengan adat atau tradisi di setiap wilayahnya. Karena konsep keluarga menurut Islam sangat jelas mengutamakan pembinaan individu dan keluarga.

"Ucapkanlah kepada istri Aku Cinta Kamu, dan ucapkanlah Aku Bangga Padamu kepada suami. Dan ketika ada konflik antar-suami istri hendaklah salah satu dari keduanya mengatakan, bisa jadi engkau yang benar," tutur Prof Quraish. (jms/NUOnline/metro)

 

Baca juga:

Quraish Shihab: Diam Pada Tempatnya Adalah Keselamatan


Back to Top