Quraish Shihab: Bulan Ramadan bagi Umat Islam Bak Menjahit Pakaian Takwa

gomuslim.co.id – Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Umat Muslim menyambut bulan suci penuh berkah ini dengan penuh suka cita.  

Ulama sekaligus cendekiawan Muslim Indonesia, M Quraish Shihab mengatakan bahwa sebulan penuh selama Ramadan, umat Muslim diibaratkan seperti menjahit pakaian takwa. Pakaian takwa ini akan terus dikenakan meski perayaan Idul Fitri telah selesai.

Ahli tafsir Alquran ini mengatakan, saat seseorang mengenakan pakaian takwa, maka dia akan selalu bersih walau miskin dan selalu hemat walau kaya.

"Selain itu, mereka yang memakai pakaian takwa tidak akan berjalan membawa fitnah, tidak menuntut yang bukan haknya, dan tidak menahan hak orang lain," ungkap Quraish Shihab.

Pakaian takwa, lanjut Quraish Shihab, akan membuat mereka yang beruntung untuk lebih bersyukur, bila diuji akan lebih bersabar, saat ditegur akan menyesal, dan apabila dimaki maka dia akan tersenyum dan sambil berkata.

"Kalau makianmu benar, maka aku bermohon semoga Allah mengampuniku. Dan kalau keliru, maka kumaafkan engkau dan aku bermohon semoga Tuhan mengampunimu. Alquran berpesan jangan mengurai kembali tenunan Anda sehelai benang demi sehelai setelah selesai bertenun, " ucap Quraish di akhir renungannya.

 

Baca juga:

Quraish Shihab: Tak Dibenarkan Menolak Penguburan Jenazah Korban COVID-19, Mereka Syahid

 

Dalam kanal YouTube Najwa Shibab, Mantan Menteri Agama ini menjelaskan dua hal utama yang perlu diperhatikan sebelum berpuasa Ramadan.

Pertama, mengetahui segala sesuatu tentang berpuasa. Tanpa seluruh pemahaman, kegiatannya tidak sempurna atau bahkan bisa salah.

"Jadi kalau mau berpuasa, pelajari dan kenali dulu bagaimana berpuasa, apa yang wajib dilakukan, tidak boleh dilakukan, sebaiknya dilakukan dan yang sebaik nya ditinggalkan," jelas Quraish Shihab.

Kedua, setelah mengetahui ilmunya, maka siapkan tekad dan niat untuk berpuasa. Tekad tepatnya ada di hati.

"Pikiran sudah oke, hati mau mengikuti atau tidak? mempersiapkan diri setelah paham, siapkan tekad dan niat untuk berpuasa," jelasnya.

Tekad paling baik dilakukan sebelum terbit fajar. Persiapkan jiwa untuk bertekad memperbaiki, melakukan sesuai pengetahuan, meningkatkan yang belum dilakukan. "Tanpa itu anda hanya akan dapat lapar dan haus," jelas Quraish Shihab.

Quraish Shibab menekankan jika keduanya tidak dilakukan menjelang berpuasa, dikhawatirkan tidak memperoleh apapun dari puasa.

Sedikit saja dilakukan di bulan Ramadan akan menimbulkan dampak besar, dibanding bulan lainnya. (jms/liputan6/dbs)

 

Baca juga:

Quraish Shihab: Diam Pada Tempatnya Adalah Keselamatan


Back to Top