Perluas Kapasitas saat Ramadan, Saudi Izinkan Umrah bagi Jemaah yang Sudah Divaksin

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah bagi jemaah yang sudah disuntik vaksin COVID-19 atau telah pulih dari virus corona. Otoritas juga membolehkan orang yang sudah divaksin untuk ibadah salat di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan, izin umrah dan izin berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan menambah kapasitas operasional selama bulan Ramadan yang dimulai pekan depan.

“Izin akan diberikan kepada orang yang telah menerima dua suntikan vaksinasi, orang yang telah menerima vaksin dosis pertama setidaknya 14 hari sebelum kunjungan ke Madinah dan Makkah, dan mereka yang sembuh,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Selasa (6/4/2021).

Status vaksinasi setiap orang harus terdaftar di aplikasi COVID-19, Tawakkalna. Aplikasi ini diluncurkan tahun lalu untuk membantu melacak infeksi virus corona.

Sesuai tata cara yang ditetapkan, jemaah yang ingin mengunjungi dua masjid suci atau melakukan umrah wajib mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Umrah Eatmarna. Pendaftaran akan diakomodasi sesuai dengan ruang dan ketersediaan kedua masjid dan sesuai dengan batasan kesehatan.

Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna adalah satu-satunya platform yang tersedia untuk mengeluarkan izin asli. Kementerian mengingatkan publik agar tidak menggunakan situs web dan formulir aplikasi palsu.

 

Baca juga:

Otoritas Saudi Pantau Sejumlah Pelanggaran Izin Umrah

 

Hampir 10.000 pekerja Masjidil Haram telah diinokulasi sebagai bagian dari rencana operasional Ramadan. Halaman di sekitar Kakbah dan lantai pertama akan diperuntukkan bagi peziarah yang melakukan Tawaf saja. Lima area akan tersedia untuk salat di Masjidil Haram, termasuk halaman timur.

Lebih dari 13 juta jemaah yang mengenakan masker dan mematuhi aturan jarak fisik telah mengunjungi masjid untuk salat jamaah sejak tujuh bulan penangguhan umrah dicabut Oktober lalu.

Di Mesir, pejabat kesehatan memperingatkan bahwa Ramadan akan bertepatan dengan gelombang ketiga infeksi COVID-19.

"Awal gelombang ketiga tergantung pada komitmen warga untuk tindakan pencegahan, memakai masker wajah dan mengikuti aturan jarak sosial," kata Noha Assem, penasihat menteri kesehatan Mesir.

Dia menyebut, bulan Ramadan dan pertemuan keluarga selama buka puasa mungkin akan menyebabkan peningkatan signifikan dalam kasus virus corona yang tercatat setiap hari. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Sheikh Sudais Umumkan Rencana Ramadan di Masjidil Haram Tahun 2021


Back to Top