Hasil Referendum Swiss Larang Penggunaan Burqa di Tempat Umum, Begini Tanggapan Muslim

gomuslim.co.id – Hasil referendum di Swiss resmi melarang penggunaan penutup wajah seperti burqa dan niqab, di tempat umum. Kemenangan tipis ini dipicu oleh kelompok sayap kanan yang mengorganisir larangan menara masjid pada tahun 2009.

Hasil resmi sementara menunjukkan 51,2 persen suara mendukung konstitusi Swiss untuk pelarangan burqa. Sementara 48,8 persen lainnya menolak proposal ini.

Proposal di bawah sistem demokrasi langsung Swiss tidak menyebutkan Islam secara langsung dan bertujuan menghentikan pengunjuk rasa jalanan yang menggunakan topeng. Namun politisi lokal, media dan juru kampanye telah menjulukinya sebagai larangan burqa.

"Di Swiss, tradisi kami adalah Anda menunjukkan wajah Anda. Itu adalah tanda kebebasan dasar kami," kata Walter Wobmann, ketua komite referendum dan anggota parlemen untuk Partai Rakyat Swiss, sebelum pemungutan suara seperti dilansir Reuters, Senin (8/3/2021).

Dia menyebut penutup wajah sebagai "simbol Islam politik ekstrim yang semakin menonjol di Eropa dan tidak memiliki tempat di Swiss".

Dewan Pusat Muslim di Swiss menyebut pemungutan suara sebagai hari gelap bagi komunitas. "Keputusan hari ini membuka luka lama, semakin memperluas prinsip ketidaksetaraan hukum, dan mengirimkan sinyal yang jelas untuk mengucilkan minoritas Muslim," katanya.

 

Baca juga:

Baru Pra-Penjualan, Buku tentang Muslim Eropa yang Terlupakan Terlaris di Amazon

 

 

Ini menjanjikan tantangan hukum terhadap undang-undang yang menerapkan larangan tersebut dan upaya penggalangan dana untuk membantu perempuan yang didenda.

Proposal itu mendahului pandemi COVID-19, yang mengharuskan orang dewasa memakai masker di banyak tempat untuk mencegah penyebaran infeksi.

Langkah Swiss mengikuti negara Eropa lain seperti Belanda, Prancis, dan Belgia. Prancis melarang penggunaan cadar di depan umum pada tahun 2011. Sementara Denmark, Austria, Belanda, dan Bulgaria telah melarang penggunaan penutup wajah secara penuh atau sebagian di depan umum.

Universitas Lucerne memperkirakan, tidak ada seorang pun di Swiss yang memakai burqa dan hanya sekitar 30 wanita yang mengenakan niqab.

Muslim membentuk 5 persen dari populasi Swiss yang berjumlah 8,6 juta orang. Sebagian besar Muslim berasal dari Turki, Bosnia dan Kosovo.

Pemerintah telah mendesak orang-orang untuk memilih menentang larangan.

"Setelah pelarangan menara masjid, mayoritas pemilih Swiss sekali lagi mendukung inisiatif yang mendiskriminasi satu komunitas agama dan tidak perlu menimbulkan ketakutan dan perpecahan," kata Amnesty International.

"Larangan cadar bukanlah ukuran untuk pembebasan perempuan, tapi kebijakan simbolis berbahaya yang melanggar kebebasan berekspresi dan beragama," lanjutnya. (jms/reuters)

 

Baca juga:

Prancis Tutup Sembilan Tempat Ibadah Muslim


Back to Top