Anggapan Safar Sebagai Bulan Sial Adalah Pemahaman Keliru

gomuslim.co.id - Selama ini banyak yang beranggapan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang penuh kesialan. Anggapan ini sudah muncul sejak zaman dulu, bahkan bermula dari tanah Arab.

Dahulu, orang Arab memandang bulan safar sebagai bulan penuh kesialan. Safar diambil dari nama sebuah penyakit dipercaya oleh orang Arab jahiliyah. Penyakit tersebut menyerang perut hingga terasa sakit karena ada ulat besar besar yang bersarang di dalamnya.

Namun anggapan tersebut dinggap kurang tepat oleh Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustaz Fauzan Amin. Dilansir dari muslim okezone, Ustaz Fauzan Amin mengatakan bahwa Anggapan bahwa bulan safar adalah bulan safar itu keliru dan berlebihan.

 

Baca Juga: 

CATAT !! Ini 12 Peristiwa Penting Bulan Safar

 

“Akan tetapi bila kita menelusuri teks-teks hadits Nabi, anggapan itu keliru. Nabi justru melarang kita terlalu merisaukan bulan ini. Bahkan berlebihan bila meyakini bahwa Safar adalah bulan sial,” ujarnya.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda,“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).

Mitos Bulan Safar adalah bulan sial juga dianggap tidak tepat oleh Ahli tafsir Alquran dan hadis sekaligus dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, KH ahiron Syamsuddin. Dilansir dari Republika, ia menegaskan bahwa nasib baik dan buruk seseorang ditentukan oleh Allah.

 

Baca Juga: 

Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Safar

"Nasib baik dan buruk seseorang ditentukan Allah SWT kapanpun dan di manapun," kata Kiai Sahiron, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, menanggapi mitos mengenai kesialan Bulan Safar. (Wan / Muslim Okezone / Republika).


Back to Top