Perpres Miras: NU Tolak Tegas, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah Harus Lebih Bijak

gomuslim.co.id - Keputusan pemerintah membuka izin investasi untuk industri minuman beralkohol menuai pro dan kontra. Dua Ormas islam, Nahdlatul Ulama(NU) dan Muhammadiyah pun merespon hal ini.

Dilansir dari detik, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menolak perpres terkait investasi miras di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara (Sulut), hingga Papua. Said lantas mengutip salah satu ayat Alquran.

"Kita sangat tidak setuju dengan Perpres terkait investasi miras. Dalam Al-Quran dinyatakan وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ (Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan)," kata Said Aqil dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan Pemerintah sebaiknya bersikap arif dan bijaksana serta mendengar arus aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam, yang berkeberatan dengan diterbitkannya Perpres nomor 10/2021 tentang produksi dan distribusi minuman keras (miras).

Baca Juga: 

dr. Zaidul Akbar: Sehat Sering Dianggap Tak Bernilai Hingga Sakit Pun Datang

“Sebaiknya Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi saja, tetapi juga dampak kesehatan, sosial, dan moral bangsa,” tegas Mu’ti pada Senin (1/3).

Mu’ti juga meminta Pemerintah selain betanggung jawab menciptakan kesejahteraan material, juga berkewajiban menjaga dan membina moralitas masyarakat.

Terkait perpres ini, banyak kalangan muslim menolak, pasalnya peraturan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tersebut dinaggap tidak mempertimbangkan dampak buruk sosial yang ditimbulkan dari minuman keras. Terlebih dalam islam, miras diharamkan untuk diminum. (Wan/Detik/Muhammadiyah/bbc).

Baca Juga: 

Mantan Rabi Yahudi Ini Putuskan Jadi Mualaf Setelah Belajar Halal-Haram Produk Makanan


Back to Top