Otoritas Dubai Perpanjang Pengetatan COVID-19 Hingga Awal Ramadan

gomuslim.co.id – Pemerintah Dubai memperpanjang langkah-langkah pengetatan COVID-19 hingga awal bulan suci Ramadan atau pada pertengahan April 2021. Otoritas emirat mengumumkan hal ini pada Jumat, (26/2/2021) kemarin.

Restoran dan kafe masih harus tutup pada pukul 01.00 waktu setempat. Mal, hotel, kolam renang, dan pantai pribadi akan beroperasi pada 70 persen untuk periode yang diperpanjang. Kapasitas tempat duduk dalam ruangan, seperti bioskop dan tempat hiburan dan olahraga, harus dibatasi hingga 50 persen.

Aturan ini dikeluarkan oleh Komite Tertinggi Manajemen Krisis dan Bencana Dubai, yang dipimpin Sheikh Mansoor bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Keputusan didasarkan pada evaluasi situasi COVID-19 yang berkembang, data keefektifan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan, dan rekomendasi dari otoritas garis depan.

Dr Ravi Arora, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Khusus NMC Abu Dhabi, mengatakan keputusan memperpanjang pembatasan keamanan COVID-19 hingga pertengahan April adalah langkah yang disambut baik dari berbagai perspektif.

Menurutnya, ini akan menekan penularan virus di masyarakat di saat vaksinasi massal terus berlanjut.

“Pemutusan infektivitas virus ini yang terpenting. Lebih-lebih karena penyebaran global dari strain varian mendapatkan pijakan yang lebih kuat. Karena itu, penurunan infektivitas ditambah dengan vaksinasi yang menyebabkan peningkatan kekebalan kawanan adalah cara terbaik kami untuk mengalahkan virus," ujar dia seperti dilansir Khaleej Times, Sabtu (27/2/2021).

Dia menambahkan sangat penting untuk menyadari fakta bahwa beberapa varian (seperti Inggris dan Afrika Selatan) tidak hanya lebih mudah menular, tetapi juga berpotensi menyebabkan penyakit yang lebih parah.

 

Baca juga:

500 Ribu Orang Kunjungi Taman Alquran Dubai Selama 2020 

 

“Varian baru mungkin juga datang dengan risiko tambahan yang meniadakan kemanjuran vaksin apa pun. Karenanya, apa pun yang dapat kita lakukan untuk menghentikan penyebaran akan bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya membatasi penyebaran penyakit tetapi juga dengan mengurangi risiko munculnya varian di masyarakat,” jelas dia.

Dr. Rabi optimis, dengan langkah-langkah tepat di waktu ini, masyarakat dapat menantikan Ramadan yang aman dan diberkati.

Komite mengatakan tanggapan Negara terhadap pandemi adalah bagian dari rencana terpadu. Mereka memuji National Emergency Crisis and Disaster Management Authority (NCEMA) dan Kementerian Kesehatan dan Pencegahan atas keberhasilan dalam mengkoordinasikan tindakan kontra-pandemi.

Pihaknya Komite akan terus memantau perkembangan lokal dan internasional untuk memastikan respon yang optimal.

Tim juga memuji kecepatan upaya vaksinasi COVID-19 di Dubai dan UEA. Pada 26 Februari, hampir 6 juta dosis vaksin dan lebih dari 30 juta tes telah dilakukan di seluruh negeri.

“Negara ini memiliki tingkat vaksinasi dan pengujian tertinggi di dunia. Angka-angka ini menunjukkan kekuatan dan kesiapan sistem perawatan kesehatan UEA,” kata Komite.

Komite mendesak masyarakat untuk terus mengikuti protokol kesehatan, seraya menekankan bahwa komitmen mereka sangat penting dalam memerangi pandemi.

Warga diminta melaporkan pelanggar tindakan pencegahan COVID-19, baik individu atau perusahaan, melalui Call Center 901 Polisi Dubai atau layanan 'Mata Polisi' di aplikasi pintar. (jms/khaleejtimes)

 

Baca juga:

3.184 Orang Masuk Islam di UEA Selama Tahun 2020


Back to Top