Tak Sabar Menanti Ramadan, Mualaf Wilhelm Ott Bagikan Foto Ini

gomuslim.co.id – Bulan Ramadan menjadi bulan yang paling dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Tidak terkecuali bagi Wilhelm Ott, petarung Seni Bela Diri Campuran atau Mix Martial Arts (MMA), asal Austria, yang setahun lalu baru memeluk agama Islam.

Dalam postingan di media sosial Instagramnya, Wilhelm Ott mengaku sudah tidak sabar menanti Ramadan. Di mana pada bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Pada foto yang diunggah, terlihat Wilhelm mengenakan jaket dan kacamata hitam. Jarinya menunjuk ke langit. Dia terlihat berada di luar ruangan dengan latar belakang salju. “Alhamdulillah. Tinggal menghitung hari sampai Ramadan,” tulis Wilhelm Ott dalam bahasa Jerman.

Sebelumnya, Wilhelm Ott menjelaskan dalam sebuah unggahan di Instagram telah memikirkan untuk masuk selama bertahun-tahun. Namun, keyakinannya tak juga berubah.

“Saya membiarkan diri saya dipengaruhi secara politik. Tetapi ketika saya mengalami masa-masa sulit, keyakinan Islam memberi saya kekuatan yang diperlukan,” tulisnya.

Setelah menjadi seorang Muslim, Wilhelm mengaku sangat bangga dengan keyakinannya. "Iman saya sekarang cukup kuat sehingga saya bisa mengenali satu-satunya Tuhan yang benar dan mengucapkan kalimat syahadat untuk bisa berkata dengan bangga, ya saya seorang Muslim," jelas Ott.

Wilhelm Ott sendiri memutuskan untuk menjadi mualaf pada 16 April 2020 lalu. Dia mendapat hidayah Islam dari balik jeruji penjara. Video Wilhelm Ott mengucapkan dua kalimat syahadat pun ada di instagram-nya, @willi.ott.148.

Sejak itu, kehidupan Wilhelm Ott menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya. Hal baik pertama adalah keikutsertaan sang istri, Michelle Birringer, untuk menjadi mualaf. Wilhelm Ott dan Michelle Birringer pun menikah ulang agar hubungan mereka sah secara Islam.

 

Baca juga:

5 Bulan Jadi Mualaf, Petarung MMA Austria Rasakan Keajaiban

 

Dalam video Cerita Untung di kanal selebritas Arie Untung, Wilhelm Ott bercerita bahwa dirinya mengenal Islam dari teman-temannya. Mereka memberikan pencerahan mengenai Islam yang di negaranya dan Eropa sedikit kurang baik.

Namun bagi Ott, Islam menyebarkan rasa damai. Setelah lama belajar, bertanya, berdiskusi panjang, petarung MMA yang sudah berkarir sejak 2006 itu memutuskan masuk Islam.

Bagi Ott, memahami Islam sebagai agama diperolehnya dari berita yang berseliweran di media. Sepengetahuan Ott, Islam itu identik dengan teror, kekerasan, Islam itu mau mendirikan Negara Islam. Namun, sosok yang ternyata ramah itu, terus belajar mengenal Islam.

Lama-lama dia mengenal banyak orang Muslim yang mengenalkannya mengenai Islam sebenarnya. “Islam tidak seperti itu, tidak seperti yang dia tahu dari media. Islam lebih damai dari yang dia kira,” kata Ott.

Ott bercerita bahwa dia sudah tidak punya keluarga, orang tuanya sudah lama meninggal. Keluarga pasangannya sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri.

Dia pernah cerita saat pertandingan sepak bola dia bercerita kepada teman-temannya jika dirinya sudah memeuluk Islam. Reaksi mereka langsung berubah menjauhinya, duduknya pada di belakang begitu tahu Ott sudah mualaf.

Sepertinya, mereka masih takut dengan Islam yang diberitakan sebagai agama yang keras. Dia perlu satu jam untuk menjelaskan kepada mereka kalau Islam itu tidak seperti itu. Setelah dijelaskan, akhirnya mereka mau lagi duduk dekat saat pertandingan.

Ott juga punya studio atau gym yang sebagian besar ternyata diisi pegulat seperti dirinya yang 80 persen juga petarung MMA muslim.

Dia kemudian menceritakan perjuangannya setelah memeluk Islam. Penerimaan aneh kembali dialaminya ketika ada temannya yang awalnya dekat tapi kemudian menghindarinya setelah tahu Ott mausk Islam.

Ott kemudian menghampiri temannya itu dan bertanya mengapa menghindarinya seperti itu. Setelah kembali dijelaskan, temannya bisa mengerti. Ott mualaf tahun lalu dan menjalankan Ramadan pertamanya sebagai mualaf di masa pandemi. (jms/okezone/sindo/dbs)

 

Baca juga:

Karena Pakai Jilbab, Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja


Back to Top