Bekas Gereja di Kanada Berubah Fungsi Jadi Masjid dan Pusat Islam

gomuslim.co.id – Sebuah bangunan bekas Gereja St James Presbyterian di McNaughton Avenue, Chatham, Ontario, Kanada berubah fungsi menjadi Chatham Islamic Center (CIC). Bangunan itu memang sudah cukup lama tidak digunakan sampai akhirnya dibeli oleh komunitas muslim untuk menjadi pusat kegiatan dan ibadah.

Presiden Pusat Islam Chatham, Amir Naveed, mengatakan umat muslim di wilayahnya begitu gembira memiliki bangunan baru. “Sungguh perasaan yang sangat luar biasa,” ujar dia seperti dilansir dari publikasi CBC, Kamis (25/2/2021).

Menurut Amir Naveed, pihaknya telah menghabiskan beberapa tahun terakhir dengan menyewa gimnasium dan kamar di sekolah. Hal itu, kata dia, sangat menantang, terutama karena ruangannya yang sempit. "Mungkin hanya muat lima orang," kata dia.

Karena itu, pada 2019, komunitas Muslim Chatham mulai mencari tempat permanen untuk mengadakan pertemuan. Orang-orang pun mulai menyumbang dan menyatakan minat mereka untuk berinvestasi dan membangun komunitas.

Sejak pindah dari Greater Toronto Area ke Chatham pada 2010, Naveed melihat populasi Muslim lokal terus tumbuh dari puluhan menjadi ratusan. Karenanya kebutuhan akan tempat baru semakin mendesak.

"Kehadiran Muslim di Chatham sudah cukup lama. Mereka melakukan pekerjaan luar biasa, bekerja bersama [kelompok] antaragama, seperti [di] dapur umum dan semua jenis kegiatan antaragama lainnya," kata Naveed.

Hanya saja, lanjut dia, kekurangan fasilitas khusus Muslim menjadi tantangan bagi keluarga muda.

"Mereka pindah karena tidak menemukan tempat [di Chatham]. Beberapa teman dekat dan keluarga kami memilih kembali ke Toronto karena [Chatham] tidak punya apa-apa untuk keluarga," jelasnya.

Naveed mengatakan gedung baru ini penting karena memungkinkan komunitas untuk berkembang dan meneruskan ajaran Islam kepada generasi muda.

"Ini bukan hanya sebuah bangunan. Ini adalah konsep keseluruhan karena seluruh budaya Muslim, masyarakat Muslim didasarkan pada bagaimana Anda harus mengenal tetangga Anda. Anda harus tahu siapa yang datang untuk salat. Ini bukan hanya seperti Anda datang salat, kemudian pulang ke rumah. Anda ingin mereka duduk di masjid dan mengobrol,” jelas dia.

 

Baca juga:

Tampung Tunawisma saat Musim Dingin, Masjid Edmonton Kanada Mulai Buka Pintu 

 

Rizwan Khan, warga yang sudah lama tinggal di Chatham, mengaku bangga menjadi bagian dari komunitas dan berterima kasih atas dukungan finansial mereka.

"Alhamdulillah telah memberi kami kesempatan ini. Semua orang senang dan terutama ketika masa-masa sulit," katanya.

Dia menambahkan bahwa mereka tidak bisa mengadakan open house karena pandemi. Meski begitu, bangunan tersebut saat ini hanya terbuka untuk salat dengan menerapkan protokol COVID-19.

"Kami tidak dapat melakukan semua hal yang biasanya dilakukan ketika kami memiliki tempat baru. Kami berusaha sebaik mungkin untuk membatasi jumlah orang yang masuk," sambungnya.

Transisi dari Gereja ke Pusat Islam

Meskipun bangunan itu bekas Gereja, tidak banyak yang bisa diubah untuk melayani komunitas Muslim.

Mereka bekerja dengan anggota bekas Gereja untuk mengembalikan dan mengganti barang yang tertinggal.

"Ada beberapa hal yang kami diskusikan dengan kelompok sebelumnya tentang apa pun yang dapat mereka ambil dari sini ketika transisi [terjadi] karena kami juga menghormati nilai sentimental," kata Khan.

"Apapun yang bisa kami serahkan, kami serahkan kepada mereka. Beberapa literatur dan buku sudah kami bagi dengan mereka. Ada beberapa simbol yang pasti bisa kami kerjakan dengan anggota komunitas dan lihat bagaimana kami bisa mencoba untuk mengatur penggantinya," lanjutnya.

Khan dan Naveed mengatakan mereka menantikan kegiatan dan inisiatif berbeda yang telah direncanakan pusat tersebut. Termasuk menghadirkan layanan pengasuhan anak dan mengatur gym khusus wanita, seperti yang disarankan oleh putri Naveed.

"Saya belum melihat seluruh komunitas kami [ini] bersemangat. Semua orang ingin datang, kami sangat bersemangat," kata Naveed. (jms/CBC) 

 

Baca juga:

Kanada Tetapkan 29 Januari Sebagai Hari Nasional Anti-Islamofobia


Back to Top