Pastikan Produk Halal Terlacak, Majid Al Futtaim UEA Gunakan Blockchain IBM

gomuslim.co.id – Perusahaan Majid Al Futtaim yang bermarkas di Uni Emirat Arab (UEA) memanfaatkan blockchain IBM Food Trust dalam pemasaran produknya. Penggunaan blockchain tersebut memungkinkan pelanggan di toko Carrefour bisa melacak asal makanan yang mereka beli.

Majid Al Futtaim memiliki waralaba Carrefour di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Perusahaan mengatakan akan memulai sistem dengan dua kategori. Yakni merek ayam segar Carrefour dan sayuran mikro yang dipanen dari peternakan hidroponik di dalam toko, sebelum memperluas ke lebih banyak lini produk.

 

Baca juga:

Akuisisi Nabil Foods, Perusahaan Agthia Incar Sektor Protein Olahan Halal 

 

Pelanggan dapat memindai kode QR pada produk untuk mendapatkan akses ke data rantai pasokan makanan.

“Sejarah produk, termasuk proses produksi, sertifikasi halal dan kebersihan, tanggal lahir, informasi nutrisi dan data suhu, akan tersedia setelah diunggah ke blockchain,” demikian pernyataan Majid Al Futtaim seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Senin (22/2/2021).

Perusahaan bekerja sama dengan mitra pemasoknya untuk partisipasi lebih luas dalam proyek di UEA sebelum memulai sistem di toko Carrefour lainnya di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

IBM Food Trust menggunakan blockchain, buku besar terdesentralisasi, untuk mencatat transaksi.

Keamanan dan asal makanan telah menjadi masalah yang semakin kritis dalam industri halal. Baru-baru ini, skandal "daging halal palsu" Malaysia yang pecah pada bulan Desember menunjukkan celah dan kegagalan substansial dalam sistem sertifikasi halal saat ini. (jms/salaamgateway)

 

Baca juga:

Amerika Jadi Negara Eksportir Produk Halal Terbesar di Dunia


Back to Top