Penuhi Protokol, PBNU Gelar Puncak Harlah Secara Daring dan Luring Terbatas

gomuslim.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana menggelar peringatan Hari Lahir (Hari Lahir) ke-98 NU secara daring dan luring. Rencananya, PBNU akan menggelar puncak acara di Masjid Istiqlal pada 27 Februari mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-98 NU, KH Mochammad Bukhori Muslim mengatakan, PBNU mengagendakan acara puncak ini secara terbatas. Hal ini menyikapi pandemi yang sedang terjadi. Diperkirakan hanya akan dihadiri sekitar 200 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Kita sedang koordinasi dengan pengelola Istiqlal, tapi itu akan dilaksanakan dengan sangat terbatas. Kita perkirakan sekitar 200 orang yang masuk dan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Sedangkan kapasitas gedung Istiqlal itu bisa muat 35 ribu orang (dalam kondisi normal)," ungkap Kiai Bukhori dilansir dari NU Online senin (22/02/2021).

 

Baca Juga:

Samira Ghannoum, Muslimah Pemenang Kontes Masak di Brasil yang Sukses Kenalkan Islam

 

Namun demikian, para masyayikh dan terutama kiai-kiai sepuh akan diundang atau menghadiri acara peringatan Harlah ke-98 NU ini secara daring alias virtual.

Beberapa kiai yang akan hadir via aplikasi zoom itu adalah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), dan KH Agoes Ali Masyhuri dari Sidoarjo. Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan beberapa kiai yang lain, kata Kiai Bukhori, akan hadir langsung di Masjid Istiqlal.

Selain itu, akan dihadirkan pula Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dan Pendakwah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah).

"Bahkan insyaallah kita akan undang Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin untuk hadir melalui zoom. Kita sedang koordinasi agar Wapres bisa hadir. Para masyayikh itu kebanyakan pakai zoom. Jadi ada dua, luring dan daring," ucap Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) PBNU ini.

Dilaksanakannya Harlah ke-98 NU secara virtual melalui aplikasi Zoom ini, menurut Kiai Bukhori, justru menjadi bentuk upaya penjagaan para kiai sepuh agar tidak tertular virus Covid-19. Ia menegaskan, para kiai sepuh di lingkungan NU mesti dijaga. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara melalui Zoom.

"Tapi tanpa mengurangi kita mencari ilmu dari beliau-beliau dengan washilah Zoom tetap bisa dijalankan. Kita khawatir kalau (para kiai sepuh) datang, kondisinya masih belum memungkinkan," ujar Kiai Bukhori.

Kemudian ia menjelaskan bahwa agenda peringatan Harlah ke-98 NU versi hijriah ini merupakan rangkaian dari Harlah ke-95 NU yang diselenggarakan pada 31 Januari 2021 lalu. Di antara keduanya, terdapat banyak rangkaian kegiatan.

"Kemarin kan banyak istighatsah, ada konser amal juga. Bahkan masing-masing lembaga dan banom juga mengadakan berbagai kegiatan yang dirangkaikan dengan agenda Harlah ke-95 dan Harlah ke-98 NU," katanya.

Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU misalnya, mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Masjid (BBM) dalam rangka memperingati Harlah ke-95 yang dirangkai dengan Harlah ke-98 NU. Lalu ada penggalangan dana yang dilakukan oleh LAZISNU serta berbagai penanggulangan bencana.

 

Baca Juga: 

UMM Peringkat 1 Kampus Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank

 

"Semua kegiatan itu dilaksanakan dalam rangkaian harlah NU. Nah puncaknya memang nanti acara Harlah ke-98 NU pada 27 Februari 2021 malam. Jadi itu sudah masuk 16 Rajab," jelas Kiai Bukhori.

Agenda peringatan Harlah ke-98 NU digelar dalam bentuk dzikir bersama dan tahlil akbar. Bertujuan untuk memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan dan kedamaian untuk negeri ini.

"Tentunya tidak lain dengan washilah kita doakan para pendiri NU, Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan para pendiri-pendiri NU di masa awal-awal," ujarnya. (Wan/NUOnline)


Back to Top