Hujan Salju Kembali Terjadi di Tepi Barat dan Tabuk, Begini Pendapat Ahli

gomuslim.co.id - Salju langka yang turun di tanah Tepi Barat Palestina membuat gembira para penduduk. Mereka menyambut dengan gembira. Pasalnya salju ini sudah beberapa tahun tidak menyelimuti kota. Di lokasi lain tepatnya di Tabuk, Arab Saudi, warga terkejut dengan turunnya salju di gurun yang tandus.

Kota Hebron dan Betlehem di Tepi Barat, Palestina diselimuti salju untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Terakhir, kedua kota tersebut ditutupi salju setelah adanya badai musim dingin yang langka.

Situasi langka tersebut disambut hangat oleh penduduk setempat. Keluarga membangun manusia salju di jalan-jalan yang hampir kosong di Tepi Barat yang diduduki Israel, dalam hujan salju pertama yang dilihat banyak anak dalam hidup mereka.

Mengutip Reuters dari Sindonews, pada Kamis (18/2/2021), karena adanya badai langka tersebut, sekolah dan kantor ditutup di seluruh Tepi Barat. Bukan hanya itu, cuaca dingin juga membuat sekolah dan kantor di Gaza ditutup.

 

Baca Juga: 

Ski Dubai Sabet Penghargaan Resort Indoor Terbaik di Dunia

 

Sebelumnya, salju juga mulai menyelimuti kota Tabuk, Arab Saudi. Sejak dini hari tadi, hujan salju dengan intensitas tinggi menyelimuti kota, yang memang sudah langganan mengalami hujan salju itu.

Fenomena turun salju di kawasan Tabuk, Arab Saudi, mengejutkan banyak pihak. Kawasan gurun yang identik dengan suhu panas itu seketika menjadi sangat dingin dan diselimuti tumpukan salju.

Hujan salju dengan intensitas cukup tinggi terjadi terakhir kali pada tahun 2018 lalu. Saat penduduk setempat dan wisatawan melakukan aktivitas salju yang menyenangkan seperti naik kereta luncur dan adu bola salju.

Fenomena turunnya salju di tanah Arab memang mungkin terjadi. Sebab wilayah tersebut tidak berada di garis ekuator persis. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo.

Melansir dari CNN Indonesia, fenomena salju di kawasan Arab Saudi memang mungkin terjadi. "Memang konotasinya kan Arab itu daerah panas. Padahal kan sebetulnya Arab secara lintang itu agak ke utara, tidak di ekuator persis. Sehingga sebetulnya Arab bisa saja mengalami musim dingin," jelas Mulyono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).(Wan/Sindonews/CNNIndonesia)

 

Baca Juga: 

‘Arsy, Makhluk Terbesar Ciptaan Allah sebagai Atap Alam Semesta


Back to Top