Iseng Ikut Bos Ikut ke Masjid, Pria asal Belanda Ini Putuskan Jadi Mualaf

gomuslim.co.id - Mahasiswa asal Belanda, Omar Benjamin Spekman memutuskan masuk Islam pada tahun 2016 di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI).

Pria kelahiran Apeldoorn, Belanda ini sejak kecil mengikuti agama sang ayah yang non-Muslim. Dia sering ke gereja belajar agama atau sekadar bermain bersama temannya. 

Sampai tahun 2014, Ben pindah ke Den Haag untuk bekerja. Kebetulan, bos Ben adalah warga Indonesia dan sering mengajak Ben pergi ke masjid di Den Haag. Sebagai seorang yang berdarah Belanda-Indonesia, Ben merasa ada kedekatan tersendiri dengan bosnya.

 

Baca juga:

Kampus Unilak Gratiskan Biaya Kuliah untuk Mualaf Sampai Lulus

 

“Awalnya aku iseng-iseng aja ikut bos aku ke masjid dan belajar agama Islam. Tapi beberapa waktu kemudian, aku tersentuh dan menurut aku agama Islam menarik,” kata, Sabtu (23/01/2021).

Rasa ketertarikannya membuat dia lebih giat belajar tentang Islam. Sebelumnya, Ben juga belajar agama lain. Namun, hanya Islam yang membuat dirinya menjadi sangat tertarik dan ingin tahu lebih banyak hal dari perspektif Islam. Terlebih, Ben menyukai cara pengajaran sang Imam.

“Saat aku di Den Haag, imam yang mengajarnya enak. Penjelasan dia menurut aku masuk akal buat aku sebagai orang tidak beriman. Dia mengajarkan Islam itu damai,” ujar dia.

Mulai dari situ, Ben mulai belajar membaca Alquran sampai belajar praktik ibadah seperti sholat. Dia sangat merasa tenang mengisi waktunya belajar tentang Islam. Namun, butuh waktu agar Ben menjadi mualaf.

 

Baca juga:

Tertarik Dengan NU, Pria Ini Mantap Masuk Islam

 

Tahun 2016 menjadi pijakan baru baginya. Karena mengenyam pendidikan di Indonesia, Ben hidup seorang diri di Depok. Selama menjadi mahasiswa, Ben masih belajar tentang Islam. Kebetulan di kampusnya, dia sering datang ke masjid. Setelah tiga tahun belajar, dia akhirnya mantap untuk memutuskan menjadi mualaf.

“Aku sering ke masjid di sana dan aku pikir itu masjid yang indah. Jadi saat itu, aku segera memutuskan bisa tidak imam di sana membantuku menjadi mualaf. Aku senang bisa mengucapkan syahadat di sana,” ucap dia.

Sekarang, sudah hampir lima tahun Ben menjadi mualaf. Ritual ibadah masih terus berjalan dan dia tidak berhenti belajar tentang Islam. (Mr/Republika)


Back to Top