Proyek Pembangunan Masjid Ayodhya Dimulai 26 Januari

gomuslim.co.id – Proyek pembangunan masjid Dhannipur di Ayodhya, Uttar Pradesh, India secara resmi akan dimulai pada 26 Januari 2021 mendatang. Masjid tersebut akan dibangun menyusul putusan Mahkamah Agung dalam kasus Ram Janmabhoomi.

The Indo-Islamic Cultural Foundation (IICF) trust mengatakan pihaknya berencana mengadakan upacara untuk menandai dimulainya proyek pada 26 Januari. Penggerak penanaman pohon muda dan pengibaran bendera nasional akan menandai awal resmi proyek pembangunan masjid.

“Pada pertemuan Indo-Islamic Cultural Foundation (IICF) diputuskan bahwa Republic Day akan dirayakan dengan dimulainya Proyek Masjid Dhannipur, yang meliputi rumah sakit, museum, perpustakaan, dapur komunitas, Indo-Pusat Penelitian Kebudayaan Islam, rumah penerbitan dan masjid," ujar Sekretaris dan Juru Bicara IICF, Athar Hussain seperti dilansir dari publikasi India Today, Senin (18/1/2021).

Hussain menambahkan, pada tanggal 26 Januari pukul 8.30 pagi, bendera nasional akan dikibarkan di sebidang proyek seluas lima hektar. Ini akan diikuti dengan penanaman pohon oleh ketua wali dan anggota pengawas IICF.

Presiden IICF, Zufar Ahmad Farooqi menyampaikan keterlambatan prosedural dalam mendapatkan izin 12-A / 80-G berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan dan proses persidangan untuk pembukaan akun FCRA telah dibahas.

"Diputuskan untuk membuat permulaan proyek secara resmi dengan mengajukan izin rencana dari Dewan Distrik Ayodhya dan memulai proses pengujian tanah di petak seluas lima hektar," jelasnya.

Karena fokus proyek adalah memberikan pengabdian kepada masyarakat di daerah tersebut, IIFC berupaya menciptakan kesadaran tentang perubahan iklim. Hussain mengusulkan agar awal proyek secara formal dilakukan dengan menanam anakan pohon di sebidang tanah seluas lima hektar.

Seperti yang dibayangkan dalam proyek ini, area hijau akan memiliki tanaman dari seluruh duni. Mulai dari hutan hujan Amazon hingga area di Australia yang melaporkan kebakaran hutan. Lalu dari semua wilayah geografis berbeda di India akan dikembangkan untuk menciptakan kesadaran tentang ancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

 

Baca juga:

Bergaya Modern dan Hemat Energy, Desain Masjid Ayodhya Resmi Dirilis

 

Sebelumnya, Hussain mengatakan sebuah masjid berukuran 15.000 kaki persegi akan dibangun di desa Dhannipur Ayodhya. Ukuran masjid tersebut akan sama dengan masjid Babri. Bentuk masjid mungkin sangat berbeda dari masjid lainnya, yakni berbentuk persegi seperti Kakbah di Makkah, sebagaimana yang diisyaratkan oleh arsiteknya, SM Akhtar.

Badan Wakaf Pusat Sunni Uttar Pradesh telah membentuk IICF, sebuah perwalian, untuk pembangunan masjid Dhannipur.

Kepala Desa Dhannipur, Rakesh Yadav, mengatakan bahwa orang-orang sangat senang dengan pembangunan masjid besar di desa tersebut. Dia menyebut ada sekitar 1.300 orang di desa Dhannipur dan mereka selalu menjaga kerukunan masyarakat.

Ia juga mengatakan, keputusan membangun rumah sakit di kompleks masjid akan membantu warga sekitar.

Masjid baru di desa, kata dia, akan membawa kemungkinan pembangunan baru bagi semua orang di daerah tersebut. “Warga juga percaya ini pembangunan untuk desa,” ujarnya.

Setelah pergumulan hukum yang berlarut-larut, Mahkamah Agung pada 9 November tahun lalu telah membuka jalan bagi pembangunan Kuil Ram di situs Masjid Ram Janambhoomi-Babri yang disengketakan di Ayodhya.

Mahkamah Agung kemudian mengarahkan Pusat untuk membagikan lahan alternatif seluas lima hektar kepada Dewan Wakaf Sunni untuk membangun masjid baru di tempat yang "menonjol" di kota Uttar Pradesh.

Pemerintah negara bagian membagikan tanah seluas lima hektar di desa Dhannipur di Sohaval Tehsil di Ayodhya. Sementara blue print masjid diresmikan pada 19 Desember 2020. (jms/IndiaToday)

 

Baca juga:

Arsitek Terinfeksi COVID-19, Pembangunan Masjid Ayodha India Tertunda


Back to Top