Tolak Pakai Rok Pendek, Siswi Muslim Ini Dipolisikan Pihak Sekolah

gomuslim.co.id - Sebuah sekolah Inggris mengancam keluarga seorang siswi Muslim dengan tindakan hukum karena menolak ke sekolah dengan rok yang lebih pendek.

Dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (13/01/2021) siswi muslim bernama Siham Hamud (12) telah mengenakan rok sepanjang pergelangan kaki ke Uxbridge High School selama bertahun-tahun. Tetapi bulan lalu, dia diberi tahu bahwa pakaiannya melanggar aturan seragam sekolah.

Ayahnya mengatakan bahwa dia dikirim pulang dari sekolah untuk berganti pakaian setiap hari di bulan Desember, dan disuruh kembali dengan mengenakan seragam yang benar, tetapi dia menolak atas dasar keyakinan agamanya.

Sekolah mengamanatkan bahwa anak perempuan mengenakan celana panjang hitam atau rok pendek, yang menurut keluarga terlalu tinggi.

 

Baca juga:

Solidaritas Muslim, Ribuan Masa Tolak Larangan Berjilbab di Perguruan Tinggi Belgia

 

Sebuah surat yang dikirim oleh sekolah kepada keluarga berbunyi: “Ketidakhadiran Siham dicatat sebagai tidak sah. Ketidakhadiran yang tidak sah dapat mengakibatkan denda, atau tindakan hukum diambil terhadap orang dewasa yang memiliki tanggung jawab sebagai orang tua atau pengasuhan anak Anda sehari-hari. Tindakan hukum bisa dalam bentuk pemberitahuan hukuman atau panggilan ke pengadilan ".

Hamud dan keluarganya menolak untuk mengalah, mengatakan kebijakan tersebut melanggar haknya atas kebebasan beragama.

“Anak perempuan saya tidak diberikan pendidikan karena keyakinan agamanya. Yang ingin Siham lakukan hanyalah mengenakan rok yang beberapa sentimeter lebih panjang dari teman sekelasnya, dan aku tidak tahu mengapa sekolah bermasalah dengan ini. Dia tidak akan mengubah keyakinannya dalam satu jam," kata ayahnya.

Hamud mengatakan dia biasanya menyukai sekolah, tetapi perselisihan itu mulai memengaruhi pengalaman dan pendidikannya.

“Saya pikir mereka seharusnya membiarkan saya memakai seragam sekolah saya ke sekolah. Saya biasanya suka sekolah, dan bahasa Inggris, drama, dan RE (pendidikan agama) adalah pelajaran favorit saya, tetapi saya tidak bisa hadir," tambahnya.

 

Baca juga:

Swedia Hapus Larangan Penggunaan Jilbab di Sekolah

 

“Saya merasa menjengkelkan karena saya sudah tidak masuk sekolah selama sebulan, jadi saya harus banyak mengejar ketinggalan. Saya merasa bingung dan kesal karena saya tidak bisa memakai apa yang saya inginkan untuk agama saya. Saya berharap mereka akan mengubah aturan mereka sehingga gadis-gadis seperti saya mengenakan rok ke sekolah. Mereka tidak menerima saya karena agama saya, dan itu salah," ujarnya. 

Kebebasan untuk mempraktikkan agama secara terbuka, termasuk dengan mengenakan pakaian pilihan, adalah hak yang dilindungi di Inggris, tetapi sekolah kadang-kadang menemukan diri mereka terlibat dalam kontroversi ketika kebebasan itu berbenturan dengan aturan seragam.

Nigel Clemens, kepala sekolah SMA Uxbridge, berkata: “Masalah ini saat ini sedang diperiksa melalui kebijakan keluhan sekolah formal. Oleh karena itu, tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut saat ini," ujarnya. (Mr/Arab News)


Back to Top