Tolak Uang Rp35 Juta, Penjual Alquran Difabel Ini Pilih Hadiah Umrah

gomuslim.co.id - Penjual Alquran difabel asal Lampung, Pak Harun menolak uang sebesar Rp 35 juta pemberian seorang dermawan dan lebih memilih hadiah berangkat umrah.

Kisah Pak harun ini diunggah, Seorang YouTuber asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur bernama Galang Al Fatih di kanal YouTube pada 09 Februari 2020.

Galang menjelaskan, setelah video berisi perjuangan Pak Harun viral dan menjadi bahan perbincangan ada seorang dermawan menghubungi dirinya.

 

Baca juga:

Kisah HM Fitno Jadi Miliarder Karena Sedekah

 

Dermawan ini menyampaikan keinginannya ke Galang ingin memberikan hadiah kepada Pak Harun.

Waktu itu, Pak Harun diberikan dua pilihan, antara menerima uang Rp 35 juta atau diberangkatkan umrah.

"Kalau Pak Harun mau ambil uangnya saja tidak apa-apa Rp 35 juta untuk beliau kata orang dermawan itu."

"Tetapi setelah saya bertemu lagi dengan Pak Harun, beliau harun menolak diberikan uang dan ingin umrah saja," ucap Galang, Selasa (1/12/2020).

Pak Harun pun kemudian berangkat umrah atas bantuan dari dermawan tersebut.

"Beliau berangkat sebelum ramai kabar bandara tutup akibat pandemi COVID-19," tutup Galang.

Awal Pertemuan Galang dan Pak Harun

Galang mengaku pertama kali bertemu dengan Pak Harun sekitar 1 tahun lalu.

Waktu itu, dirinya sedang berada di tengah perjalanan dan memutuskan singgah di masjid yang berlokasi di daerah Pasar Sidorejo, Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Galang melanjutkan ceritanya, pertemuan dirinya dengan Pak Harun terjadi secara tidak sengaja.

Bahkan dirinya tidak menyangka dapat bertemu dengan Pak Harun.

Mengingat Galang tinggal di Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan Pak Harun berada di Lampung.

"Betul-betul membuat saya heran dengan kuasa Allah, saya dari Samarinda, bagaimana bisa dipertemukan dengan beliau," ucap Galang.

Pak Harun diketahui sehari-hari merupakan seorang penjual musaf Alquran.

Biasanya ia menjajakan dagangannya di rumah dan di Pasar Sidorejo yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

 

Baca juga:

Berkat Sedekah, Mualaf Ini Sukses Jalankan Bisnis Ekspedisi

 

Untuk mengangkut musaf Alquran jualannya, Pak Harun menggunakan gerobak kecil terbuat dari kayu.

Harun mengaku tidak memiliki pendapatan yang tetap.

"Saya jualan dari jam 08.00 hingga jam 12.00. Nggak pasti dapatnya, kadang-kadang Rp 10 ribu atau Rp 25 ribu. Kadang-kadang juga tidak dapat sama sekali," ucap Pak Harun dikutip dari kannal YouTube Galang Al fatih.

Di mata pedagang lainnya, Harun dikenal sebagai sosok pria yang pekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia pantang untuk meminta-minta meskipun dalam keterbatasan. (Mr/Tribun)


Back to Top