Calling Visa Warga Israel Tuai Polemik, Ini Kata MUI

gomuslim.co.id - Pemerintah Indonesia kembali membuka layanan calling visa untuk delapan negara, salah satunya Israel. Tujuh negara lainnya adalah Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Nigeria, dan Somalia.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas merespon rencana Pemerintah Indonesia memberikan layanan calling visa untuk warga Israel. Minggu (29/11/2020).

Menurutnya, layanan calling visa ini menyakiti umat Islam dan dianggap tidak sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia yang menentang penjajahan.

“Pelayanan calling visa untuk WNA Israel bertentangan dengan arah politik luar negeri Indonesia, yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Seperti yang terdapat pada alinea pertama pembukaan UUD 1945 yaitu mementang segala bentuk penjajahan,” ujarnya.

 

Baca juga:

Uni Emirat Arab Hentikan Visa Perjalanan untuk 13 Negara Muslim

 

Lebih lanjut, dia mengatakan tidak mempermasalahkan pemberian pelayanan calling visa untuk warga negara asing yang kondisi atau keadaan negaranya dinilai mempunyai tingkat kerawanan tertentu ditinjau dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara, dan aspek keimigrasian.

“Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Somalia, dan Nigeria, menurut saya tidak ada masalah karena tidak ada yang dilakukan negara tersebut yang bertentangan dengan konstitusi kita. Tapi kalau calling visa itu untuk warga negara Israel, bagi saya hal itu jelas bermasalah,” kata Anwar

Pemberian calling visa bagi warga Israel harus dibatalkan. Masalah utamanya, karena Israel kerap menjadi negara yang memulai perang. Hal tersebut sangat bertentangan dengan Indonesia yang ingin menghapuskan penjajahan di atas dunia dengan menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan.

 

Baca juga:

Ini Petugas Pom Bensin Wanita Pertama di Gaza Palestina

 

“Negara Israel itu negara penjajah. Mereka tidak henti-hentinya merampas tanah dan kedaulatan rakyat Palestina, saudara kita yang setia. Mereka telah kehilangan tanah airnya dan kehilangan kedaulatannya sebagai individu, warga negara, dan sebagai sebuah bangsa” jelasnya

Jangan sampai hanya karena tujuan ekonomi yaitu meningkatkan investasi, pelayanan calling visa itu diberikan. Karena itu,  hendaknya Indonesia menjadi garda terdepan dalam melawan penjajahan. Indonesia harus bisa tampil menjadi bangsa yang memiliki jati diri, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan.

Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia harus menjadi pelopor kebangkitan umat. Kepemimpinan Islam harus hadir saat ini menghentikan setiap penjajahan dan intervensi dari negara-negara penjajah seperti Israel. (Mr/Mina)


Back to Top