5 Rumus Hadapi Masalah Menurut Aa Gym

gomuslim.co.id – Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) membagikan lima rumus dasar menghadapi masalah. Kelima rumus ini diharapkan dapat membantu umat muslim dalam setiap sisi kehidupannya.

Aa Gym mengingatkan agar tidak menjadikan masalah sebagai beban, melainkan karunia agar menjadi manusia yang kuat. Menurutnya, orang yang tidak punya masalah berarti tidak berkualitas. Karenanya, umat pada umumnya mencari orang-orang yang bisa menyelesaikan masalah.

“Jangan takut dengan masalah, karena masalah tidak ada yang bahaya. Yang bahaya adalah salah menghadapi masalah. Orang tidak lulus ujian bukan karena soal. Orang tidak lulus ujian karena salah jawabannya. Jadi, yang harus kita cemaskan bukan persoalan hidup, tapi sikap kita menghadapi persoalan,” ujar Aa Gym seperti dilansir dari website Daarut Tauhid, Jumat (19/11/2020).

Kiat pertama dalam menghadapai persoalan menurut Aa Gym adalah siap menghadapi yang cocok, dan harus siap menghadapi yang tidak cocok. “Seperti sedia payung sebelum hujan. Siap hujan, siap tidak hujan. Lebih tenang. Mengapa? Karena hidup ini tidak selamanya cocok dengan keinginan,” jelasnya.

Manusia, kata Aa Gym, harus berusaha keras membuat perencanaan agar menjadi cocok. Tapi juga harus tahu bahwa selain manusia punya rencana, Allah juga punya rencana. “Mana yang pasti akan terjadi, rencana kita atau rencana Allah? Mana yang lebih baik, rencana kita atau rencana Allah?,” tuturnya.

Tugas manusia, sambung Aa Gym, bukan menyalahi rencana Allah. Tapi, meluruskan niat lillahita’ala, menyempurnakan ibadah dan ikhtiar. “Ibadahnya sempurnakan, doanya sempurnakan, ikhtiarnya sempurnakan. Dan yang ketiga pol. Faidza azamta fatawakal Alallah, serahkan ke Allah. Sudah terserah saja. Apa yang terbaik menurut Allah,” papar Aa Gym.

Dalam surah al-Baqarah [2]: 216, “Boleh jadi engkau tidak suka, padahal baik menurut Allah bagimu. Boleh jadi engkau suka, padahal buruk menurut Allah. Allah Mahatahu, kalian tidak tidak mengetahui.”

Kiat kedua, lanjut Aa Gym, adalah kalau sudah terjadi, harus ridha. Dia mencontohkan seperti sedia generator sebelum mati listrik. “Lebih nyaman kalau orang siap. Karena tidak harus terjadi yang kita inginkan. Yang harus itu semua niat jadi amal, ikhtiar jadi amal, dan pasrah jadi amal. Yang terpenting itu yang terbaik dari Allah yang terjadi,” jelasnya.

 

Baca juga:

Ini Penjelasan Aa Gym tentang Hukum Prank dalam Islam

 

“Barang siapa ridha kepada terhadap takdir, Allah ridha. Yang membuat kita tidak bahagia itu bukan takdirnya, tapi karena tidak menerima takdir ini. Yang bikin nyesek itu karena tidak menerima. Jika di antara manusia ada yang menderita, itu pasti karena tidak menerima takdir,” sambungnya.

Kiat ketiga, jangan mempersulit diri. “Mudahkan urusan. Jangan dibikin ribet. Kalau semua urusan dibikin ribet, kapan bahagianya? Kalau setiap omongan tidak enak, kita pikirin, kapan bahagianya? Hidup ini akan banyak kejadin-kejadian kecil yang memang sudah dirancang oleh Allah untuk menggugurkan dosa kita, untuk menaikan derajat kita. Jangan dibikin tegang, mending zikir aja,” ungkapnya.

Keempat, evaluasi diri. Kebaikan apa pun yang datang dari Allah, kalau keburukan yang menimpa pasti diundang dari dosa kita.

“Jadi, jangan mencari kambing hitam karena kambing terhitam diri kita sendiri. Jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Jika menyalahkan orang lain dijamin tidak akan tobat. Kalau orang tidak tobat, jauh dari pertolongan Allah. Gerbang pertolongan pertama dari Allah adalah tobat. Karena itu, kalau ada apa-apa, tobat!,” ujarnya.

Kelima, cukuplah Allah sebagai penolong. Allah berfirman dalam surah Yunus [10]: 107, “Sekiranya Allah menimpakan kemudaratan kepadamu (bencana) tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah. Dan jika Allah menghendaki kebaikan kepadamu, tidak ada yang bisa mengelak. Allah memberikan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Aa Gym menjelaskan bahwa gelisah tidak bisa dihilangkan, kecuali ditenangkan oleh Allah. Mau lari kemana pun, minum obat apa pun, minta tolong kepada siapa pun, tetap yang bisa memberi tenang adalah Allah. “Mau mencari rezeki, tetep yang memberi itu Allah. Kalau Allah menghendaki, pasti ada jalan. Kalau Allah sudah menentukan jodoh, pasti jodoh,” katanya.

“Jangan melekat sama uang, sama barang-barang, pangkat, jabatan, gelar, balasan, pujian. Sudahlah, jangan mengharap apa-apa, percuma. Kalau mengharap ke makhluk itu untuk kepentingan pribadi, jatuhnya sakit hati. Tenang saja. Allah sudah menjamin,” pungkasnya.

“Barang siapa yakin bahwa Allahlah satu-satunya yang menentukan segalanya, maka Allah jamin.” (QS. at-Thalaq [65]: 3). (DaarutTauhid/Tausiyah Aa Gym)

 

Baca juga:

Ini Pesan Aa Gym untuk Pengunjuk Rasa UU Cilaka dan Polisi


Back to Top