Ekspor Produk Halal Indonesia Baru 3,8 Persen dari Pasar Dunia

gomuslim.co.id – Ekspor produk halal Indonesia masih terbilang rendah, hanya 3,8 persen dari total pasar halal dunia. Padahal, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar mengingat posisinya sebagai Negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia masih jauh tertinggal dari Negara Brasil sebagai eksportir produk halal. Padahal, Brasil bukan negara Muslim. Pada 2019 saja, Negara ini mampu mengekspor produk senilai US$5,5 miliar yang terdiri dari makanan dan minum halal, serta daging sapi dan unggas.

"Kita harus bisa memanfaatkan pasar halal dengan meningkatkan ekspor yang saat ini hanya berkisar sekitar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," ujar Ma’ruf dalam webinar bertajuk Sharia Finance Gaining Momentum in Indonesia's Economic Recovery, Rabu (28/10/2020).

Ma'ruf Amin menyebut Indonesia sebagai konsumen yang besar dibandingkan dengan negara lainnya pada produk halal. Dia menilai jika Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor.

"Namun sayangnya, Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan tukang stempel untuk produk halal yang diimpor," kata dia.

Menurutnya, Indonesia belum mampu memanfaatkan pasar Muslim global yang begitu besar. Pada 2018, pasar Muslim mencapai US$2,2 triliun dan diperkirakan terus berkembang mencapai US$3,3 triliun pada 2024 mendatang.

Berdasarkan data Boston Consulting Group, Indonesia memiliki pasar sekitar 64,5 juta atau 27,5 persen dari total 233 juta Muslim. Sementara, potensi pasar Muslim global mencapai 1,8 miliar orang atau 24,1 persen dari total penduduk dunia.

 

Baca juga:

Wapres Paparkan Kunci Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 

 

"Saya melihat ekonomi syariah memiliki potensi dalam berperan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihatnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia," ujarnya.

Karena itu, kata dia, pemerintah berambisi tidak hanya menyediakan pasar ekonomi syariah untuk masyarakat RI, namun juga dunia. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk memperkuat industri halal, sehingga Indonesia bisa menjadi eksportir produk halal terkemuka di global.

Itu dilakukan dengan melakukan pembangunan kawasan industri halal di beberapa tempat, pembentukan direktorat khusus produk halal di beberapa kementerian, penyederhanaan birokrasi perizinan, dan sebagainya. "Berbagai kebijakan telah ditetapkan untuk menopang berhasilnya rencana tersebut," katanya.

Salah satu langkah yang diambil pemerintah lewat Kementerian Perindustrian adalah membangun dua kawasan industri halal dalam negeri yaitu Modern Halal Valley di Cikande, Banten dan Safe n Lock Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Selain itu kita juga harus mampu mengisi produk halal lain di fashion seperti hijab dan pakaian Muslim yang digemari," ujarnya.

Dalam laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, Indonesia menempati peringkat 5 besar negara produsen produk halal di dunia. Naik dari sebelumnya di posisi 10. Global Islamic Economy mengukur kekuatan ekonomi syariah 73 negara. Namun, Indonesia masih tertinggal dari Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi. (jms/cnn/dbs/foto:themalaysianreserve)

 

Baca juga:

Kemenperin Fokus Kembangkan Kawasan Industri Halal


Back to Top