BEI Dorong Peningkatan Investor Saham Syariah

gomuslim.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan inisatif terkait pengembangan pasar modal syariah di Tanah Air. Salah satunya dengan memperkuat basis investor saham syariah dalam lima tahun ke depan.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, saat ini kurang lebih investor saham syariah yang membuka rekening anggota bursa melalui Sharia Online Trading System (SOTS) baru sekitar 6 persen dibandingkan seluruh total investor yang ada. Karena itu, pihaknya ingin mendorong sampai mendekati angka 10 persen.

“Selanjutnya, BEI juga ingin mengembangkan efek dan instrumen syariah untuk memperluas bauran produk dari pasar modal syariah domestik,” ujar Hasan saat jumpa pers terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI secara daring di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Hasan menuturkan, sebetulnya perangkat pengaturan di tingkat Peraturan OJK maupun fatwa yang diikeluarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) terkait pasar modal syariah sudah sangat lengkap.

"Bahkan bisa kita sebut pengaturannya itu mendahului pengembangan produk dan transaksinya di pasar. Oleh karena itu, kita ingin betul-betul memastikan sebagai implementasi dari pengaturan POJK dan fatwa DSN MUI tersebut kita akan kembangkan, baik dari sisi instrumen produknya atau transaksinya sendiri," jelas Hasan.

Selain itu, lanjut Hasan, pihaknya juga akan mengembangkan infrastruktur pasar modal syariah untuk mengakomodir apabila ada kebutuhan inovasi terkait pengembangan produk dan mekanisme di pasar modal syariah.

 

Baca juga:

Sejak SOTS Hadir, Jumlah Investor Syariah Tumbuh Hingga 515 Persen

 

"Kita akan terus mengedepankan aspek compliance dari sisi pengaturan hukum maupun fatwa atas praktek yang baru tersebut. Itu untuk menjaga kepercayaan dan preferensi dari investor yang ingin melakukan transaksi atau mekanismenya secara syariah," kata Hasan.

Terakhir, BEI juga akan memperkuat penguatan sinergi dan pemangku kepentingan di pasar modal syariah serta memanfaatkan teknologi digtal untuk edukasi dan juga pelaksanaan investasi di pasar modal syariah.

BEI sendiri mencatat jumlah investor ritel syariah tumbuh selama pandemi corona (COVID-19). Sampai dengan Agustus 2020, investor syariah di pasar modal tumbuh lebih dari 20% menjadi 78.000 ribu investor.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI , Irwan Abdalloh, menuturkan, pandemi justru mendorong terus bertumbuhnya investor ritel syariah. Dia pun menuturkan, di saat pandemi ini, transaksi saham syariah, justru lebih tinggi dibanding kondisi normal dibanding periode sama 2019.

"Ini yang menarik, kita akan berubah jika dipaksa. Dulu sebelum pandemi, berapa kali seminggu nongkrong di warung kopi, sekarang, dipaksa tidak melakukan hal yang tidak perlu, dana satu minggu habis 3 kali nongkrong, ada uang sisa, apakah belanja online atau pindah menjadi investasi portofolio," kata Irwan.

Hal ini juga sudah terlihat dari laris manisnya produk syariah seperti penerbitan sukuk riitel pemerintah yang kelebihan permintaan, dari target Rp 5 triliun namun terealisasi ternyata lebih besar Rp 25 triliun.

Menurutnya, budaya shifting dari yang sebelumnya konsumtif ke investasi sudah memenuhi prinsip-prinsip syariah, terlebih jika memilih portofolio saham-saham syariah.

"Pasar kita terbesar di dunia dari sisi investasi maupun supply, sekarang, yang kita selalu lakukan dengan stakeholder, pelaku pasar menggali potensi tersebut," kata Irwan. (jms/antara/cnbc)

 

Baca juga:

Ini Alasan Investor Syariah Tumbuh Signifikan pada 2020


Back to Top