GP Ansor Minta Presiden Jokowi Bersikap Terkait Islamopobia di Prancis

gomuslim.co.id - Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Luqman Hakim meminta Presiden Joko Widodo menyatakan sikap terhadap pernyataan kontroversial Presiden Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad.

“Sebagai Presiden negara muslim terbesar, Pak @jokowi perlu nyatakan sikap terhadap Macron, mewakili umat Islam Indonesia yang tidak terima agamanya dihina,” kata Luqman dalam akun Twitter resminya @LuqmanbeeNKRI, Senin (26/10/2020).

 

Baca juga:

PM Pakistan Minta Facebook Hapus Konten Islamofobia

 

Luqman khawatir jika Jokowi diam saat agama Islam dihina, masyarakat yang selama ini menuduh hanya butuh umat Islam saat kampanye capres saja menjadi benar adanya.

"Jika Pak @jokowi diam thd masalah ini, saya khawatir makin kuat persepsi bhw Pak Jokowi hanya butuh umat Islam saat kampanye capres aja," ujarnya.

Ketua GP Ansor juga mengatakan hingga saat ini sudah sudah banyak negara yang menuntut Macron meminta maaf kepada umat Islam. Hanya saja Jokowi belum terlihat menyatakan sikap.

"Sudah hampir sebulan Presiden Prancis Emmanuel Marcon menghina Islam dg menyebut Islam sbg agama krisis. Sdh banyak negara yg nuntut Marcon minta maaf pada umat Islam. Sampai saat ini, saya blm dengar/baca pernyataan Pak @jokowi sbg Presiden negeri muslim terbesar soal ini," lanjutnya.

"Sudah hampir sebulan Presiden Prancis Emmanuel Marcon menghina Islam dg menyebut Islam sbg agama krisis. Sdh banyak negara yg nuntut Marcon minta maaf pada umat Islam. Sampai saat ini, saya blm dengar/baca pernyataan Pak @jokowi sbg Presiden negeri muslim terbesar soal ini," lanjutnya.

 

Baca juga:

Negara-Negara Islam Kutuk Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad SAW

 

Seperti diketahui, Macron akhir-akhir ini menjadi sorotan dunia Islam setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial merespon kasus Samuel Paty yang tewas dibunuh setelah menujukkan karikatur Nabi Muhammad.

Bahkan Macron menyatakan dirinya tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad. Ia beranggapan hal tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Terbaru Macron menyebut seruan pemboikotan produk negaranya oleh Turki sebagai ulah minoritas radikal. (Mr/Pikiran Rakyat)


Back to Top