Tersentuh lihat Orang Salat dan Baca Alquran, Dua Tahanan Polres Pangkalpinang Jadi Mualaf

gomuslim.co.id - Dua tahanan Polres Pangkalpinang bernama Gunawan (34) dan Hendra (35) mendapatkan hidayah islam setelah terharu melihat teman sesama tahanan melaksanakan salat dan membaca Alquran. Keduanya resmi menjadi mualaf, setelah bersyahadat, di Ruangan Tahanan Polres Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2020) siang.

Pengucapan dua kalimat syahadat tahanan ini dibimbing Ustaz S Abdul Halim dan disaksikan oleh Kasat Tahti Polres Pangkalpinang, Ipda Bambang Sugeng, Anggot Bripka Aang Kurniadi dan para tahanan Polres.

 

Baca juga:

Mualaf Katrin: Alquran Memberi Banyak Kedamaian Bagi Jiwa Saya

 

Keduanya yang merupakan, tahanan narkotika dan judi togel ini, yakin ingin masuk islam, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Hendra (35) merupakan tahanan judi togel, sudah yakin dengan keinginannya itu.

Sejak dua bulan lalu ditahan, ia selalu memperhatikan tahanan lain beribadah, seperti membaca Alquran dan salat, membuat hatinya terenyuh untuk menjadi mualaf.

"Saya ingin bertobat, dan tidak akan melakukan perbuatan saya lagi setelah bebas. Saya Juga tersentuh saat teman sesama tahanan mengaji dan saat salat, dan minta ampunan dosa," ungkap Hendra alias Asak.

Melihat teman-temannya itu, membuat Hendra tergerak hati ingin menjadi muslim. Entah mengapa, lanjut Hendra, saat mereka mengaji membuat hatinya tenang.

"Melihat dan mendengar mereka membacakan salat dan mengaji, hati saya menjadi tenang dan sejuk," ungkapnya.

Senada dengan Hendra, Gunawan (34) rela melepaskan agamanya terdahulu dan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ia merasa dapat hidayah, saat di dalam tahanan itu, sama seperti Gunawan.

Sesekali, Ia juga menanyakan kepada sesama tahanan itu, cara membaca Alquran dengan merdu hingga membuat memperkuat keyakinannya itu.

Gunawan yang baru ditahan selama dua minggu, dalam perkara narkotika ini, selalu memperhatikan tahanan lain saat beribadah dan juga mempertanyakan bagaimana menjadi seorang muslim itu.

"Sebelumnya, saya selalu menanyakan kepada teman-teman, bagaimana menjadi seorang muslim itu," kata Gunawan.

Setelah mendapatkan jawaban, dari temannya. Ia bersama dengan Hendra, ingin masuk Islam.

Dengan pengetahuan minim, mereka berdua nekat memberitahukan kepada Kepala Satuan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Pangkalpinang, Ipda Bambang.

Kasat Tahti Polres Pangkalpinang Ipda Bambang Sugeng, pun menyambut baik keinginan mereka itu. Hingga akhirnya diundanglah Ustadz S Abudul Halim, untuk membimbing keduanya agar bisa memeluk agama Islam.

Seizin Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, Ipda Bambang, mengatakan kejadian ini berawal dari program yang diberlakukan bagi para tahanan di Polres Pangkalpinang, untuk beribadah.

Program tersebut, yang difokuskan bagi yang beragama Islam, diwajibkan melaksanakan salat lima waktu.

Mereka (tahanan muslim) juga diminta untuk ikut salat berjamaah, yang diimamnya oleh Anggota Polres Pangkalpinang sendiri.

"Mereka berdua menjadi mualaf karena tersentuh, dan mendapat hidayah. kemungkinan mereka melihat teman-temannya salat lima waktu dan mengaji," ungkap Bambang Sugeng.

Keduanya, lanjut Bambang, merupakan tahanan narkoba dan judi togel. satu baru dua minggu dan satunya lagi dua bulan.

 

Baca juga:

Kisah Mualaf Wendy Lofu, Dapat Hidayah Setelah Fitnah Islam

 

Mereka sudah yakin memeluk agama Islam, tanpa ada paksaan dari manapun. Hal itu disampaikan langsung oleh mereka berdua.

"Alhamdulillah, selama kurang lebih 10 bulan, sudah 4 tahanan yang masuk muslim, ini juga tak lepas dari kuasa Allah. Serta bantuan anggota Sat Tahti, selalu menjadi imam saat salat, telah menuai hasil yang baik," kata Bambang.

Dalam hal ini pihaknya hanya memfasilitasi, kepada mereka berdua untuk menjadi mualaf. Ia juga menegaskan, tidak ada unsur paksaan atau tekanan dari pihak manapun terhadap mereka.

"Atas kemauan sendiri, karena mereka meminta maka kami fasilitasi dia untuk niatnya itu," paparnya

Gunawan dan Hendra, selanjutnya akan dibimbing dalam mengenal agama Islam, diantaranya salat lima waktu dan mengaji, bimbingan tersebut akan dilakukan anggota dan teman-temannya di dalam tahanan. (Mr/Bangkapos)


Back to Top