Pandemi COVID-19 Tidak Surutkan Warga Mataram untuk Mendaftar Haji

gomuslim.co.id – Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mendaftar haji. Di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya, jumlah pendaftar haji tecatat stabil di angka 10 hingga 15 orang per hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H M Amin menyebutkan pelayanan pendaftaran calon jemaah haji tetap berjalan normal dan stabil. Padahal pelaksanaan ibadah haji 1441 H ditiadakan dan belum ada kepastian apakah ibadah haji 1442 H dibuka atau tidak.

"Dalam sehari, warga yang datang mendaftar untuk mendapatkan nomor porsi haji sekitar 10 orang sampai 15 orang," kata H M Amin.

Amin mengatakan dengan tingginya minat masyarakat mendaftar pelaksanaan ibadah haji kendati dalam kondisi pandemi COVID-19, menjadi indikasi tingginya semangat umat muslim untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.

Dengan demikian, Kemenag mencatat daftar tunggu keberangkatan haji di Kota Mataram saat ini mencapai 30 tahun. Sedangkan untuk Nusa Tenggara Barat mencapai 35 tahun.

"Artinya, bagi masyarakat yang mendaftar tahun ini, diprediksi berangkat ke Tanah Suci 30 tahun lagi," ujar dia.

 

Baca juga:

Terminal Haji Jeddah Bersiap Terima Jemaah Umrah Asing

 

Terkait kuota jemaah haji tahun 1442 H/2021 M, sejauh ini Amin belum mendapatkan informasi yang pasti dari pemerintah pusat.

Akan tetapi, lanjutnya, jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2021 adalah jemaah haji yang ditunda keberangkatannya tahun 2020, yakni sekitar 741 orang atau sesuai kuota nasional sebanyak 200 ribu jemaah se-Indonesia. "Kalau ada tambahan 100 persen, informasinya belum kita terima," katanya.

Namun demikian, menurutnya, tambahan kuota haji 100 persen tahun 2021 akibat penundaan keberangkatan tahun 2020, kemungkinannya sangat kecil sebab daya tampung, serta fasilitas sarana dan prasarana di Arafah sejauh ini belum memungkinkan.

"Bisa diberangkatkan 100 persen saja kita sudah bersyukur, daripada dikurangi karena aturan semua harus mentaati protokol COVID-19," ungkapnya. (Antara)

 

Baca juga:

November, Saudi Arabian Airlines Izinkan Penerbangan ke 13 Kota Besar


Back to Top