Langgar Syariat Islam, Ulama Aceh Minta Pemain Game PUBG Dihukum Cambuk

gomuslim.co.id - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat mengatakan dengan tegas bahwa game PUBG melanggar syariat Islam di Aceh. Karena itu, para pemainnya layak dihukum cambuk di muka umum.

“Pemain game daring Player Unknown's Battlegrounds alias PUBG dan sejenisnya dinilai melanggar syariat Islam. Game ini mengandung unsur kekerasan atau peperangan,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian, Jumat (23/10/2020) lalu.

 

Baca juga:

Muslim Dunia Protes, Fitur 'Sembah Berhala' Game PUBG Akhirnya Dihapus

 

MPU sendiri telah mengeluarkan fatwa haram untuk permainan daring PUBG dan sejenisnya pada bulan Juni 2019 lalu. Game PUBG yang mengandung kekerasan dan peperangan dikhawatirkan akan berdampak pada akhlak dan psikologis pemain.

MPU juga menyebut jika permainan yang ditampilkan dalam video game online tersebut lebih banyak unsur merugikan ketimbang sisi baiknya.

“Jadi sangat layak di Aceh sebagai negeri syariat ini. Pelaku yang melakukan tindakan haram yang dilarang di dalam agama Islam. Sangat layak diseret diberi sanksi untuk dihukum cambuk sesuai aturan yang berlaku di Aceh,” kata Teungku Abdurrani Adian.

Teungku Abdurrani berharap agar Pemerintah Provinsi Aceh segera merealisasikan fatwa tersebut.

 

Baca juga:

Isu Lesbianisme, Saudi dan UEA Blokir Game 'The Last of Us Part II'

 

Ia beralasan, agar pemain PUBG atau sejenisnya segera diberi sanksi hukuman cambuk, sesuai dengan Qanun (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Tak hanya itu, Teungku Abdurrani juga meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat agar mendukung fatwa yang sudah dikeluarkan MPU Provinsi Aceh, terkait fatwa haram PUBG.

"MPU juga disarankan melobi Pemerintah Aceh agar menjadikan fatwa haram game online ini sebagai pegangan untuk menjalankan syariat Islam di Aceh," sebutnya. (Mr/Tribun)


Back to Top