Mualaf Katrin: Alquran Memberi Banyak Kedamaian Bagi Jiwa Saya

gomuslim.co.id - Seorang wanita asal Jerman bernama Katrin menceritakan kisahnya memeluk Islam. Ia mengaku memutuskan menjadi mualaf setelah tersentuh karena mendengar dan membaca Alquran.

Saat bulan Ramadan, Katrin terbisa mendengar pengajian selama salat tarawih setiap malam. "Saya telah tinggal di dekat masjid selama sepuluh tahun terakhir. Tapi suara yang datang dari masjid tidak pernah mempengaruhi saya sama sekali. Meskipun saya pernah tinggal di negara mayoritas Muslim, suami saya bukanlah seorang Muslim. Dan saya bekerja di universitas Katolik-Kristen," ujarnya seperti dilansir dari publikasi About Islam, Ahad (25/10/2020).

Dia pun terus mendengarkan lantunan ayat Alquran bahkan setelah Ramadan berakhir. Dia mengaku, Alquran memberi banyak kedamaian dan kepuasan bagi jiwanya. "Kapanpun saya bebas, saya berbalik untuk mendengarkannya. Saya tidak mengerti sepatah kata pun tetapi kata-kata itu menenangkan pikiran saya. Dan saya merasa damai. Itulah yang saya butuhkan untuk menenangkan hati saya yang gelisah," katanya.

 

Baca juga:

Wanita Cantik Ini Temukan Hidayah Usai Kaji Alkitab

 

Sendirian dengan Allah

Suatu malam yang tenang, dorongan untuk terhubung dengan bacaan Alquran yang indah ini menjadi sangat kuat. "Saya ingin menjadi bagian dari orang-orang yang membaca dan mendengarkan Alquran. Dan saya ingin terhubung dengan Makhluk yang kata-katanya telah saya dengarkan berulang kali. Saya ingin merasakan kedamaian dan kepuasan itu di setiap saat dalam hidup saya. Dan saya ingin Quran mengisi hidup saya," tuturnya.

Dalam kesunyian malam, Allah membuka hati Katrin kepada-Nya. "Saya duduk di lantai. Sendirian. Sendirian dengan Allah. Satu lawan satu dengan Allah. Dan melafalkan syahadat saya," ucap Katrin.

Sebuah rahasia

"Saya tidak memberi tahu siapa pun tentang pertunangan rahasia saya, hubungan rahasia saya dengan Allah selama dua tahun. Jadi, saya menyembunyikannya dari semua orang. Saya takut hubungan baru saya dengan Allah akan rusak dan ternoda oleh perkataan dan penilaian orang lain," ungkapnya.

Katrin ingin hubungannya dengan Allah bertumbuh, menjadi kuat, menjadi begitu intens, sehingga tidak ada kata, tidak ada komentar buruk, tidak ada gerakan menyakitkan yang bisa datang antara dirinya dan Tuhan. "Jadi, saya berdoa secara diam-diam. Saya belajar Alquran diam-diam di internet. Saya belajar tentang agama baru saya dan Tuhan saya melalui membaca," katanya.

Hubungan Kuat dengan Allah

Setelah dua tahun, dia merasa bahwa hubungannya dengan Allah tidak tergoyahkan. "Saya merasa sangat kuat dan penuh dengan cahaya-Nya. Saya memutuskan untuk mulai belajar tentang Islam dengan seorang ustaz di sebuah pesantren," ucapnya.

 

Baca juga:

Kisah Mualaf Karima: Ibuku Merobek Alquran Saat Tahu Aku Masuk Islam

 

Setiap Sabtu dan Minggu, dia pergi menemui ustaz dan belajar buku-buku agama tradisional dengannya. Dia menjadi siswa sekolah dasar dalam Islam dan mempelajari dasar-dasarnya. Bagaimana mendapatkan kesucian untuk doa, bagaimana menghadapi Tuhan, berperilaku yang indah terhadap guru dan terhadap orang pada umumnya.

Belajar Tentang Allah dan Islam

"Saya pindah ke pesantren setelah suami saya menyatakan dengan jelas bahwa dia tidak ingin memeluk Islam. Saya masih berusaha meyakinkan dia bahkan ada sesi konseling tapi akhirnya saya minta cerai karena dia tidak mau menerima Islam," ujarnya.

Tinggal dan belajar di sekolah Islam menghubungkan dia dengan banyak siswa Islam lainnya. Banyak yang jauh lebih muda dari Katrin, tapi yang menghubungkan mereka semua adalah cinta dan semangat pada agama Allah. "Kami semua ingin tahu lebih banyak tentang Dia dan bagaimana menjadi lebih menyenangkan Dia. Saya belajar membaca Alquran. Saya menghafal sebagian dari Alquran. Dan setiap kata baru, setiap pengetahuan baru membawa saya lebih dekat dengan Tuhanku," tuturnya.

"Itu juga selama saya di pesantren ketika saya mulai menggunakan jilbab saya setiap hari. Segala puji hanya bagi Allah yang Maha Penyayang!," sambungnya.

Bahkan di tempat kerjanya, orang-orang menerima keputusan Katrin, termasuk kehidupan baru dan penampilan barunya. "Allah membuka hati mereka dan membuat mereka menerima saya apa adanya. Banyak orang tertarik dengan cerita saya tentang bagaimana saya menjadi Islam. Itu memotivasi mereka dan membuat mereka merasa bersyukur kepada Allah, kata mereka kepada saya," ucapnya.

"Salah satu hal terindah dalam hidup saya sekarang adalah bisa menghadiri salat berjamaah dan mendengarkan lantunan ayat Alquran sambil berdiri dalam salat. Pada saat-saat inilah saya merasakan anugerah luar biasa yang telah Allah berikan kepada saya dan kepada umat manusia pada umumnya. Alquran, saya rasa, adalah salah satu hadiah terbesar-Nya untuk kita," pungkasnya. (Mr/About Islam)


Back to Top