Pemerintah Siapkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai

gomuslim.co.id – Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah akan meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai. Ia pun berharap, pengumpulan dana sosial melalui wakaf bisa semakin optimal dengan gerakan tersebut.

"Gerakan nasional wakaf ini sedang kita rancang dan saya sudah bicara dengan Presiden Jokowi dan Presiden setuju kita akan melakukan Gerakan Nasional Wakaf Tunai," ujar KH Ma'ruf saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2020 melalui daring, Kamis (22/10/2020).

KH Ma'ruf mengatakan, gerakan tersebut akan melibatkan umat Islam mulai dari jajaran petinggi negara hingga masyarakat. Dengan jumlah penduduk muslim yang ada di Indonesia, ia meyakini, potensi wakaf tunai akan sangat besar.

"Ini akan kita luncurkan nanti dan melibatkan semua yang mengaku muslim mulai dari Presiden, Wapres, menko-menko, menteri, BI, OJK, semua sampai kepada semua pejabat, gubernur, bupati, kita ingin membangun yaitu Gerakan Nasional Wakaf Tunai," jelasnya.

 

Baca juga:

Ma’ruf Amin: 18 Juta Santri Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

 

Selain itu ia juga mengatakan, belum banyak yang menyadari wakaf tunai adalah dana abadi umat yang besar. Bahkan, dalam ajaran Islam, disebutkan pahala dana wakaf tidak akan pernah habis. "Wakaf ini yang sebenarnya dalam Islam disebut sebagai pahala yang tidak pernah habis," tegasnya.

Sebelumnya, Wapres menyebut tingkat literasi masyarakat terhadap wakaf saat ini masih rendah yakni masih di bawah literasi masyarakat tentang zakat. "Literasi tentang wakaf dalam kategori rendah dengan indeks 50,48 dibandingkan indeks literasi tentang zakat yang sudah masuk dalam kategori sedang yaitu 66,78 persen," ujar Ma'ruf.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat memahami wakaf hanya sebatas wakaf tanah. Padahal, wakaf sebenarnya tidak harus berupa benda tidak bergerak seperti tanah, tapi bisa juga berupa uang dan surat berharga.

Padahal, berbeda dengan wakaf tanah, potensi wakaf tunai dapat diperoleh dari donasi masyarakat secara luas. Jika wakaf tanah hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mampu, dengan wakaf tunai hampir setiap orang bisa menjadi wakif.

"Dana yang diwakafkan itu tak akan berkurang jumlahnya. Justru sebaliknya, dana itu akan berkembang melalui investasi dan hasilnya akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah, pendidikan, dan kesejahteraan umum," ujarnya.

Karena itu, ia pun mendorong penggalangan dana wakaf perlu terus ditingkatkan. Namun, dalam rangka menggalang dana wakaf seluas-luasnya juga diperlukan diversifikasi harta wakaf. (mga/Republika)

 

Baca juga:

Wapres: Vaksin Itu Bentuk Ikhtiar Mencegah Penyakit


Back to Top