Plt Dirjen PHU Minta Penguatan Moderasi Beragama Masuk dalam Manasik Haji

gomuslim.co.id – Moderasi Beragama (MB) menjadi salah satu program yang telah dicanangkan pemerintah. Penguatan MB pun menjadi bagian penting dalam Rencana Strategis Kemenag tahun 2020-2024. 

Untuk itu, MB harus menjadi ruh dalam setiap program yang dilaksanakan Kemenag, tak terkecuali bimbingan manasik haji.

"Penguatan Moderasi Beragama dalam bimbingan manasik haji adalah upaya bagaimana mensinkronkan praktik beragama dengan praktik bernegara," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (PHU), Oman Fathurahman saat menjadi narasumber dalam kegiatan Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah), di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (22/10/2020) kemarin.

"Bagaimana praktik ibadah haji, jemaah dapat memiliki pengetahuan tentang manasik haji yang berdasarkan pengetahuan tidak hanya satu tafsir saja, tapi wasathiyah tengah-tengah," sambungnya.

 

Baca juga:

Wamenag: Jangan Lelah Berkontribusi untuk Bangsa

 

Oman menjelaskan, perspektif manasik yang moderat menggunakan fikih manasik lebih dari satu pendapat yang ada. Pun tambahnya perlu ada bimbingan manasik secara fikih ibadah serta secara kesehatan.

"Perlu tambahan perspektif untuk memadukan pemahaman ibadah dengan pemahaman protokol kesehatan pencegahan COVID-19," terang Oman.

Ia mencontohkan, ketika jemaah haji menganggap memakai penutup wajah saat tawaf itu tidak diperbolehkan. Namun disaat pandemi, memakai penutup wajah (masker) sangat diperlukan. Maka, menurut Oman, dibutuhkan penjelasan tentang sahnya ibadah secara fikih serta kesesuaian dengan protokol kesehatan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa di masa adaptasi normal baru, diperlukan pengetahuan yang makro dalam pembinaan manasik haji. Makro, terang Oman dengan memahami situasi yang ada di Saudi Arabia serta di Indonesia. 

Karenanya, diperlukan inovasi mengintegrasikan materi bimbingan manasik haji dengan media sosial serta teknologi informasi komunikasi yang ada.

"Strategi dan pendekatan pembinaan manasik haji perlu ditingkatkan. Perlu strategi bimbingan manasik jarak jauh," tegasnya. (mga/Kemenag)

 

Baca juga:

Menag Resmikan Program Madrasah Reform Realizing Education’s Promise


Back to Top