:
:
News
Tahap Pertama Pembukaan, 125 Ribu Jemaah Laksanakan Umrah

gomuslim.co.id - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat lebih dari 125.000 jemaah telah melakukan umrah pada tahap pertama sejak 4 Oktober hingga Sabtu (17/10/2020). Kementerian juga menyampaikan tidak ada kasus jemaah yang terpapar COVID-19 setelah melaksanakan ibadah umrah.

“Tahap pertama berhasil diselesaikan pada Sabtu lalu, di mana kami menerima lebih dari 125.000 jemaah. Fase pertama hanya fokus umrah, tidak ada salat,” kata Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah, Dr. Amr Al-Maddah seperti dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (21/10/2020).

Dia menambahkan, sejauh ini, aplikasi Eatmarna telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali. Dalam wawancara dengan Al-Ekhbariya, Al-Maddah menyebut Masjidil Haram telah menerima 40.000 jemaah dan 15.000 jemaah pada tahap kedua umrah.

Al-Maddah menekankan bahwa tidak ada izin umrah dan kunjungan kecuali melalui aplikasi Eatmarna. Dia meminta masyarakat untuk waspada terhadap aplikasi dan platform palsu yang menipu jemaah.

Terdapat 531 perusahaan dan lembaga umrah yang bersiap menerima jemaah pada tahap ketiga untuk menunaikan umrah dan salat di Masjidil Haram.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci telah mengalokasikan pintu masuk khusus dan ruang untuk salat di lantai pertama Masjidil Haram bagi penyandang disabilitas.

Administrasi telah menandai ruang salat yang dialokasikan dengan pita untuk memesannya bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Benten meminta semua jamaah, pengunjung, dan pekerja Masjidil Haram untuk mematuhi tindakan pencegahan dan protokol kesehatan, serta mengikuti instruksi dari otoritas terkait agar pelaksanaan ibadah bisa lancar.

 

Baca juga:

Kenaikan Harga Paket Umrah Masa Pandemi Capai 50 Persen

 

Pengurangan atau penambahan jumlah jemaah umrah akan sangat bergantung pada laporan harian dari pihak berwenang.

“Kepatuhan jemaah dan pengunjung mengenai tindakan pencegahan serta arahan dari para pemimpin kelompok dan pejabat umrah memberikan kontribusi signifikan bagi keberhasilan rencana dimulainya kembali layanan umrah dan salat di Dua Masjid Suci serta kunjungan ke Raudah Syarif tanpa ada catatan kasus darurat," ujar Benten.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada Selasa (20/10) mengumumkan 385 kasus baru virus corona, yang berarti 342.968 orang telah terjangkit penyakit tersebut. Dari kasus baru tersebut, 41 persen perempuan, 10 persen anak-anak, 4 persen lansia, dan 86 persen dewasa.

Ada 8.481 kasus aktif yang masih mendapat perawatan medis dan 840 di antaranya dalam kondisi kritis. Negara ini mencatat 375 pemulihan baru, sehingga jumlah pemulihan menjadi 329.270.

Menurut kementerian, Madinah mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 59, Makkah melaporkan 27, dan Riyadh memiliki 23.

Ada 16 kematian lebih lanjut dilaporkan pada hari Selasa, sehingga jumlah kematian Kerajaan menjadi 5.217.

Arab Saudi telah melakukan lebih dari 7,45 juta tes PCR sejauh ini, dengan 54.477 dilakukan dalam 24 jam terakhir. (jms/arabnews/dbs)

 

Baca juga:

Tahap Kedua, Saudi Izinkan Umrah untuk 15 Ribu Jemaah

Responsive image
Other Article