Pekerja Inggris Berkesempatan Miliki Produk Dana Pensiun Syariah

gomuslim.co.id - Wahed Invest bekerja sama dengan Options UK menawarkan produk dana pensiun syariah untuk karyawan Inggris. Produk yang dirilis awal September lalu ini memungkinkan karyawan di Inggris berinvestasi dalam delapan model portofolio yang mencakup lima dana pensiun pihak ketiga.

Portofolio dioperasikan oleh Waheed, perusahaan berbasis di AS yang terkenal dengan penasehat platform robo-advisory Islami. Portofolio ini akan mencakup dana Wakalah (Treasury Deposits), Emas dan Indeks Ekuitas Global Islam serta pilihan gaya hidup Wahed.

Skema dana pensiun di tempat kerja dibuat perusahaan untuk memberikan tunjangan pensiun kepada karyawan.

Sejak 6 April 2019, pemerintah Inggris menetapkan bahwa total kontribusi minimum dana pensiun sebesar 8% (kontribusi minimum pemberi kerja 3% dan kontribusi minimum karyawan 5%).

Secara bersamaan, Wahed juga meluncurkan produk halal self-invested personal pension (SIPP). SIPP akan berinvestasi dalam portofolio yang sama dengan Rekening Investasi Umum Wahed.

Mirip dengan dana pensiun di tempat kerja, SIPP terdiri dari investasi yang lebih dikendalikan langsung oleh pengguna.

Manajer Pengembangan Bisnis di Wahed Invest, Abul Fazal Uddin, mengatakan pihaknya memulai diskusi dengan Options UK, administrator pensiun dan perusahaan wali profesional, sekitar setahun yang lalu.  

"Kami tidak hanya melayani individu yang tahu di mana mereka ingin berinvestasi. Tetapi yang lebih penting, kami menawarkan layanan kepada mayoritas yang tidak memiliki waktu, pengetahuan, atau kecenderungan untuk membuat keputusan investasi sendiri," kata Uddin seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Jumat (16/10/2020).

Di bawah struktur tersebut, Options akan bertindak sebagai administrator dana pensiun yang berwenang. Sementara Wahed akan menjadi manajer investasi dan WealthKernel menjadi kustodian untuk pensiun.

Wahed yang berkantor pusat di AS memperoleh izin pada akhir Januari dari regulator Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), untuk bertindak sebagai Discretionary Fund Manager. Pada bulan Mei, perusahaan merencanakan aplikasi seluler untuk Inggris sebagai bagian dari penasehat platform robo-advisory Islam.

Mandat yang Lebih Luar Biasa

Meskipun ada jutaan karyawan Inggris yang mendapatkan pensiun di tempat kerja dari pemberi kerja, namun sebagian besar tidak sesuai dengan syariah atau berisi portofolio atau investasi non-Islam.

Pendiri dan CEO Options UK, Christine Hallett, mengatakan tidak banyak penawaran SIPP untuk individu di banyak perusahaan yang memungkinkan individu menghormati iman dan budaya mereka.

“Kami ingin membantu menawarkan alternatif pensiun untuk memastikan orang memenuhi persyaratan/kriteria keyakinan. Kami mengidentifikasi terus kurangnya fokus di pasar dan kebutuhan nyata untuk pendekatan yang beragam," kata Hallett.

 

Baca juga:

Dua DPPK Ini Konversi Jadi Dana Pensiun Syariah Penuh

 

Namun, ada sejumlah kecil skema yang sesuai dengan Syariah untuk dipilih dari penyedia utama seperti Scottish Widows, Aviva dan Nest. Meski ada tawaran tersebut, Abul Fazal Uddin berpendapat bahwa mandat Wahed lebih luas.

Dia menjelaskan bahwa penyedia yang ada seperti Legal & General, Hargreaves Lansdown dan Fidelity, yang menawarkan program/skema pensiun tempat kerja Islami, memiliki pilihan terbatas seperti Nest yang berinvestasi di HSBC Islamic Global Equity Index Fund.

Salah satu alasan kurangnya penyedia pensiun yang menawarkan alternatif halal adalah biaya dan kelangsungan komersial.

“Banyak penyedia tidak menawarkan layanan sesuai Syariah. Karenanya, kami memutuskan untuk bekerja dengan Options UK karena ingin melayani Muslim atau mereka yang mencari alternatif halal dan etis," ujarnya.

Mendekati Karyawan

Bagian penting dari upaya dan keberhasilan Wahed dalam menarik karyawan untuk mendaftar adalah mendekati perusahaan yang prospektif.

Sejauh ini, sepuluh perusahaan sedang melakukan orientasi, kata Uddin, lebih banyak kemungkinan akan bergabung dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami akan mendekati perusahaan berbeda yang memiliki permintaan untuk skema seperti kami. Dan menargetkan perusahaan yang lebih besar seperti Ikea, Tesco dalam jangka panjang. Kami harus mendidik pemberi kerja karena banyak dari mereka tidak memahami produk yang sesuai dengan Syariah," jelasnya.

Bagian dari penjangkauan ini akan meningkatkan kesadaran calon perusahaan dan organisasi dengan karyawan Muslim atau mereka yang mencari alternatif pensiun yang etis.

Karan Shanmugarajah, CEO WealthKernel mengaku dengan senang hati mendukung perusahaan yang terus mencari masalah inti yang perlu diselesaikan. Seperti kemampuan untuk memberikan HWP kepada mereka yang membutuhkan.

“Bisnis bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa semua karyawan mereka terlayani. Kemitraan kami dengan Options UK dan Wahed akan membantu menyediakan produk pensiun yang sesuai dengan Syariah mengikuti permintaan yang meningkat dari komunitas Muslim Inggris,” ungkapnya.

Selain mendidik calon pemberi kerja, meningkatkan literasi keuangan komunitas Muslim Inggris akan menjadi kuncinya. (jms/salaamgateway)

 

Baca juga:

Bank Muamalat Rilis Program Dana Pensiun Syariah 


Back to Top