Wasekjen HIPMI: Merger Bank Syariah Saat Pandemi Langkah Tepat

gomuslim.co.id – Penggabungan tiga bank umum syariah milik bank pemerintah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai tepat dilakukan di masa pandemi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Arief Rosyid mengatakan, kebijakan ini tepat dilakukan ketika pandemi COVID-19 masih belum mereda.

"Alasannya, di tengah pandemi COVID-19 terbuka lebar kesempatan Indonesia untuk mengambil momentum memajukan perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (14/10/2020). 

 

Baca juga:

OJK Siap Fasilitasi Merger Tiga Bank BUMN Syariah

 

Ia menjelaskan, aksi merger bisa meningkatkan kapasitas bank syariah yang selama pandemi tercatat memiliki kinerja baik dan di atas rata-rata industri perbankan nasional. Angin segar ini dinilai bisa membawa kemajuan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus ekonomi nasional.

Arief memandang, merger juga merupakan bukti komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia. Keberpihakan ini pun kemudian dilanjutkan oleh Menteri Erick Thohir yang menginisiasi langkah realisasi menuju penggabungan.

Selain itu ia melihat, potensi perbankan syariah sangat besar dan belum optimal digarap oleh para pelaku industri. Perlu bank syariah skala besar yang bisa menyerapnya dengan lebih cepat. "Mengingat sekitar 70 persen kegiatan ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih berpusat di perbankan syariah," pungkasnya. (mga/Republika)

 

Baca juga:

KNEKS: Merger Bank Syariah Bawa RI Jadi Pelaku Industri Halal Dunia


Back to Top