Tahap Pertama, Jemaah Hanya Diberi Waktu 3 Jam untuk Umrah

gomuslim.co.id – Arab Saudi memutuskan untuk menggelar ibadah Umrah pada Oktober mendatang. Dalam pelaksanaannya, setiap jemaah akan diberikan waktu tiga jam untuk melakukan umrah, dimulai dan diakhiri di area triase di sekitar Makkah.

Dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (25/9/2020), tahap pertama pelaksanaan ibadah umrah dijadwalkan untuk dimulai pada 4 Oktober dan akan dioperasikan melalui aplikasi I'tamarna.

Rencananya adalah memiliki area triase di sekitar kota suci, memungkinkan 6.000 jamaah umrah setiap hari pada enam waktu yang berbeda, dengan setiap kelompok 1.000 jamaah diberi waktu tiga jam.

Seorang investor di perusahaan Umrah, Ahmed Bajaiffer mengatakan bahwa pemerintah Saudi telah memutuskan untuk melanjutkan layanan Umrah setelah penangguhan mereka karena pandemi virus korona.

“Hal itu dilakukan karena Kerajaan percaya bahwa umat Islam tidak boleh berhenti menunaikan ibadah haji dengan tetap menghormati tindakan pencegahan,” ujarnya.

Ia pun kembali mengingatkan bahwa tahap pertama akan memungkinkan Umrah untuk orang Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan, sebelum memperluas ke kapasitas yang lebih besar pada tahap berikutnya untuk memungkinkan jamaah dari luar Arab Saudi.

 

Baca juga:

Batasi Jemaah Umrah, Saudi Kenalkan Aplikasi I’tamarna

 

Selain itu ia mengungkapkan, forum yang digelar baru-baru ini membahas kapasitas 30 persen pada tahap pertama. "Kinerja akan dinilai oleh otoritas terkait sebelum memungkinkan perluasan lebih lanjut ke kapasitas 75 persen di fase kedua, dan kapasitas penuh di fase ketiga untuk menerima jamaah dari luar Kerajaan,” ungkapnya.

Sedangkan seorang jurnalis dan penulis yang berspesialisasi dalam layanan haji dan umrah, Ahmed Saleh Halabi mengatakan bahwa keputusan untuk memulihkan umrah menekankan kepedulian kepemimpinan Saudi untuk membantu orang-orang melakukan umrah dengan aman, sejalan dengan tindakan pencegahan.

"Pemulihan Umrah secara bertahap dapat membantu mengurangi kerusakan finansial pada perusahaan dan institusi Umrah," ujarnya.

Ia pun mengutip pernyataan menteri haji dan umrah yang mengatakan bahwa akan ada lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional yang dapat menangani layanan umrah yang disediakan bagi jemaah. Untuk itu ia berharap hal ini tidak menimbulkan kerugian finansial baru bagi perusahaan penyedia layanan umrah. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober, Ini Tahapan-Tahapannya


Back to Top