Batasi Jemaah Umrah, Saudi Kenalkan Aplikasi I’tamarna

gomuslim.co.id – Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah telah meluncurkan aplikasi I’tamarna yang bisa diunduh melalui smartphone mulai 28 September 2020 mendatang. Aplikasi tersebut hadir untuk mengatur jemaah umrah dan pengunjung yang masuk ke Dua Masjid Suci.  

I'tamarna bertujuan untuk menegakkan standar kesehatan di tengah pandemi COVID-19 dan memudahkan orang dalam memesan perjalanan mereka. Aplikasi ini juga menawarkan layanan pemesanan yang dapat digunakan jemaah sebelum kedatangan mereka di Makkah terkait akomodasi, transportasi dan rekreasi.

Kepala Perencanaan dan Strategi Kementerian Haji dan Umrah, Dr Amr Al-Maddah, mengatakan aplikasi baru tersebut akan menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif untuk meningkatkan layanan dan memperkaya pengalaman jemaah.

Peluncuran aplikasi ini, kata dia, harus mendorong perusahaan untuk menyediakan layanan yang lebih luas dan lebih baik kepada masyarakat.

“Ketika kami memberikan layanan berkualitas tinggi dengan harga bersaing, para jemaah akan menemukan dirinya tertarik pada perusahaan-perusahaan ini, terutama ketika perusahaan bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik dengan harga yang kompetitif bagi jemaah lokal,” kata Al-Maddah seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (24/9/2020).

Dia menambahkan, agen eksternal yang biasanya mengontrol segala sesuatu terkait umrah tidak akan lagi melakukannya karena mereka hanya agen dan tidak memiliki fasilitas. Tugas mereka adalah mewakili dan memasarkan perusahaan umrah di luar negeri.

Menurut Al-Maddah, langkah-langkah baru telah memperbaiki masalah ini dan mengatur hubungan antara perusahaan Umrah dan agen eksternal mereka menjadi berbasis pemasaran.

Langkah-langkah yang baru diadopsi akan membebaskan perusahaan Umrah dan memotivasi mereka, terutama pada saat pemesanan dilakukan melalui beberapa platform elektronik.

 

Baca juga:

Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober, Ini Tahapan-Tahapannya

 

“Hal ini memungkinkan jemaah asing untuk berhubungan langsung dengan perusahaan umrah melalui telepon, aplikasi dan sarana tambahan selain agen eksternal. Ini akan membebaskan perusahaan Umrah dan meningkatkan kinerja mereka, memungkinkan mereka memasarkan layanan mereka di dalam dan di luar Kerajaan,” paparnya.

Awal pekan ini, Arab Saudi mengumumkan akan mulai mengizinkan jemaah untuk melakukan ibadah umrah secara bertahap, sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Keputusan itu diambil setelah mengkaji perkembangan pandemi dan menanggapi keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ritual tersebut.

"Peluncuran aplikasi datang karena pandemi virus corona, akibatnya dan langkah-langkah pencegahan yang mengharuskan jumlah jemaah dibatasi. Ada kapasitas yang tidak boleh dilampaui. Inilah yang mencegah kepadatan situs suci dan membatasi penyebaran virus di antara para peziarah," kata dia.

Dia mengatakan, kapasitas operasional dihitung melalui aplikasi Tawakkalna Kementerian Kesehatan, dengan jemaah menggunakan I'tamarna untuk memesan umrah sesuai waktu dan disertai dengan tindakan pencegahan virus corona.

Tahap pertama, Kerajaan mengizinkan warga negara dan ekspatriat untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober, setara dengan 6.000 jemaah per hari.

Tahap kedua, akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jemaah dan 40.000 jemaah dalam sehari mulai 18 Oktober.

Pada tahap ketiga, jemaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas dari 20.000 jemaah dan 60.000 jemaah per hari.

Tahap keempat, Kerajaan akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko COVID-19 telah hilang. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Pemerintah Masih Tunggu Pengumuman Arab Saudi Soal Izin Umrah


Back to Top