Pesantren Daarut Tauhid Kembali Dipercaya Jadi Penyelenggara OPOP 2020

gomuslim.co.id - Pesantren Daarut Tauhiid (DT) kembali dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP) tahun 2020. DT bersama tujuh pesantren dipilih Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat.

Pelatihan diikuti 100 peserta yang terdiri dari perwakilan sejumlah pengurus pesantren asal Bandung dan sekitarnya. Selain itu, terdapat peserta dari luar Kota Bandung, seperti Kuningan, Bogor, Garut, dan Tasikmalaya.

Direktur Utama Duta Transformasi Insani (DT Insani), Alek Kuswandi mengatakan, para peserta merupakan pemenang hasil seleksi OPOP tingkat kecamatan se-Jawa Barat. Ia menegaskan kegiatan OPOP tahun ini menerapkan protokol kesehatan.

Alek menyambut baik DT kembali dipercaya sebagai host kegiatan OPOP. “Alhamdullillah, kami dipercaya kembali sebagai host OPOP tahun ini. Ada perbedaan memang, peserta tidak sebanyak dulu. Tapi, insya Allah OPOP tahun ini akan lebih baik dari OPOP sebelumnya,” ujar dia, Senin (21/9/2020).

Alek menyakini akan banyak ide dan manfaat selama OPOP berlangsung bagi para peserta. DT Insani bersama Kopontren DT siap menyukseskan acara OPOP tahun ini.

 

Baca juga:

Perkuat Sistem Keuangan dan Layanan, Koperasi Pesantren Ini Kembangkan Inovasi Digital

 

“Selama kegiatan berlangsung di DT ini, kami sangat berharap para sahabat dari pesantren lain dapat tuangkan ide yang dapat memajukan pesantren. Ini bisa menjadi salah satu jalan dalam kemandirian ekonomi pesantren,” ujar Alek.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bandung Atet Dedi Handiman. Menurutnya, kemandirian ekonomi DT bisa menjadi contoh pesantren lain.

“Pengalaman kami, DT sangat sukses dalam memajukan perekonomian pesantren. Sehingga kami sangat percaya DT dapat memberikan motivasi dan gambaran inovasi ekonomi untuk para peserta, terutama selama pandemi ini,” ujar Atet.

Selain itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat Suhra mendoakan acara OPOP tahun ini lebih baik, meski harus menjalani protokol kesehatan selama pandemi.

“Diharapkan melalui OPOP ini, pondok pesantren bisa membuat produk dan memasarkannya. Sehingga, pesantren memiliki kemandirian dan geliat ekonomi menunjang pesantren serta berdampak positif bagi warga setempat,” ujarnya.

Untuk kegiatan OPOP kali ini, DT dipercaya fokus pada bidang jasa makanan minuman, peternakan, perdagangan serta IT sebagai kebutuhan materi para peserta. (daaruttauhid)

 

Baca juga:

Wagub Jabar Ajak Umat Muslim Mantapkan Fondasi Muamalah

 


Back to Top