KUA Punya Peran Fundamental dalam Ketahanan Keluarga

gomuslim.co.id – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA menyebut Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki peran penting yang fundamental terhadap ketahanan keluarga.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA

“KUA berkualitas maka akan memberikan pelayanan yang maksimal. Contohnya, ketahanan keluarga menentukan ketahanan nasional. Kalau ketahanan keluarga rapuh maka akan terhubung dengan ketahanan nasional, Oleh karena itu, merevitasilasi kantor KUA dan Penghulu adalahnya jalan solusinya,” ungkap Kamaruddin Amin di Hotel Olympic Renotel, Sentul, dalam dialog Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, kualitas penghulu dan KUA menentukan pelayanan kemenag dalam masyarakat. Katanya, jika pelayanan tidak maksimal maka dapat berimbas kepada kualitas ketahanan keluarga.

“Perceraian saat ini begitu sangat banyak, lalu apa yang harus diperbaiki? pointnya adalah dengan program Kemenag menguatkan ketahanan keluarga, salah satunya dengan melakukan revitalisasi KUA dan mengafiliasi penghulu agar dapat memperkuat ketahanan keluarga,” kata Amin.

 

Baca juga:

Bimas Islam: Media Penting untuk Pengembangan Ekonomi Syariah

 

Karena itu, Bimas Islam mentargetkan untuk memiliki KUA dan penghulu yang ideal dengan meng-upgrade beberapa kondisi. Misalnya, merevitalisasi 1700 kantor KUA dan meng-upgrade penghulu.

“Kantor KUA memprihatinkan maka tidak adanya wibawa. Kemudian, penghulu harus di updagre, Sebagus apapun program kita tapi eksekutornya tidak memadai maka hasilnya tidak berubah. Jadi para penghulu harus ditingkatkan kapasitasnya. penghulu yang tidak hanya bagus administrasi tapi tata Kelola yang juga harus di tingkatkan,” terang Kamaruddin Amin.

“Mereka harus punya pemahaman keagamaan yang sangat bagus. Penghulu harus mengikuti dinamika sosial keagamaan. Penghulu tidak boleh hanya mengetahui kitab kuning saja, tapi juga harus tahu dengan sosial masyarakat. Karena mereka harus menjadi penghulu rujukan dan penyelesaian permasalahan masyarakat, harus menjadi tokoh masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, Kamaruddin Amin juga menyebut akan memaksimalkan program pra nikah, menguatkan modul dan kurikulum peningkatan penghulu dan menyiapkan teknologinya, serta mengedukasi kepada penghulu disegmen kemasyarakatan berskala mikro.

“Penghulu memberikan edukasi kepada calon pengantin dengan kondisi berkeluarga ke depannya. Selain itu, Penghulu dan KUA wajib memberikan solusi atas permasalahan dalam keluarga. Mereka harus terjun kemasyarakat,” tungkasnya.

Ia berharap, dengan revitalisasi KUA dan para penghulu dapat memberikan ketahanan keluarga sehingga meminimalisir angka perceraian di Indonesia. (hmz)

 

Baca juga:

Dirjen Bimas Islam Ajak Stakeholder Perkuat Pengelolaan Wakaf Uang


Back to Top