Berkah Hafal 30 Juz Alquran, Santriwati Lampung Diterima PTN Jurusan Kedokteran

gomuslim.co.id - Santriwati Pondok Pesantren Al Hidayat Gerning, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang bernama Amelia Nazwa Hanum berhasil diterima di jurusan kedokteran Universitas Lampung (Unila) tahun 2020 melalui program prestasi khusus.

Hanum bisa lulus karena memang ia memiliki kualitas dan kelebihan dari pelajar lainnya yakni hafal Alquran 30 juz. Sebenarnya, ia juga diterima di jurusan Biologi Unila melalui jalur SBMPTN dan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

“Awalnya saya daftar dan diterima di Jurusan Biologi Unila dan Bahasa Arab UIN Suka Jogja. Tapi setelah itu ada pembukaan pendaftaran jalur prestasi jurusan kedokteran. Alhamdulillah saya diterima juga,” ungkapnya, Senin (31/8/2020).

 

Baca juga:

Hafal 30 Juz Alquran, Remaja asal Labuhanbatu Ini Dapat Beasiswa dari Turki

 

Ia merasa senang bisa diterima di jurusan kedokteran karena tidak semua pelajar apalagi santri mampu belajar di jurusan bergengsi ini. Ia pun mengajak para santri untuk optimis, percaya diri, dan terus belajar untuk menguasai berbagai disiplin keilmuan.   

Di tempat terpisah, Pengasuh Pesantren Al-Hidayat Gerning, KH Ma’shum Abror menjelaskan bahwa keberhasilan Hanum ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan pesantren memang berkualitas. Pesantren, dengan biaya pendidikan yang umumnya relatif murah, tidak berarti murahan. 

“Pesantren telah banyak melahirkan sosok yang berkualitas. Buktinya santri Al-Hidayat banyak yang diterima di perguruan tinggi bergengsi,” jelasnya.  

Selain Hanum, ada santri lainnya yang diterima di Fakultas kedokteran jurusan Farmasi yakni Fitri Nur Hidayah. Selain itu beberapa santri Al-Hidayat juga diterima di perguruan tinggi bergengsi lainnya yakni: Nadya Ulfatur Rosyidah Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung, Nadya Saadah Jurusan Manajemen Dakwah UIN Raden Intan Lampung, dan Aisyah Rosalina Ananda, Jurusan Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung.

“Hebatnya lagi para santri ini siap mengabdikan diri di pesantren kembali setelah mereka lulus minimal 10 tahun,” jelas Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran ini.

 

Baca juga:

Selain Cantik dan Pandai, Ustazah Nabila Ternyata Hafiz Quran Sejak Usia 17 Tahun

 

Saat ini Pesantren Al-Hidayat memiliki 600 lebih santri yang mukim (menetap di pesantren). Di tengah pandemi ini, para santri melakukan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan standar protokol kesehatan COVID-19.

“Kami sudah mengawali kegiatan tatap muka mulai 13 Juli 2020 dan menjadi yang pertama di Kabupaten Pesawaran. Minta doa semoga senantiasa diberi kesehatan,” pintanya. (Mr/NUOnline)


Back to Top