Pendiri Masjid Ramlie Musofa yang Mirip Taj Mahal Meninggal Dunia

gomuslim.co.id - Haji Ramli Rasidin pendiri Masjid Ramlie Musofa yang bentuknya menyerupai Taj Mahal meninggal dunia di usia 75 tahun pada Senin malam (31/8)/2020.

"Iya betul. Baru saja selesai dimakamkan," kata Sofian Rasidin, anak kedua Ramli Rasidin

Sofian mengatakan, ayahnya meninggal pada Senin pukul 20.00 WIB di kediaman mereka di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman San Diego Hills, Karawang.

 

Baca juga:

Mirip Taj Mahal, Masjid Ini Wujud Mimpi 40 Tahun Sang Mualaf

 

Terkait penyebab meninggal, Sofian menyebut ayahnya tidak sedang sakit parah jelang akhir hayatnya. "Memang sudah waktunya (tutup usia)," kata Sofian yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Ramlie Musofa itu.

Sofian menambahkan, saat sang ayah meninggal, ia tak berada di sampingnya. Oleh karena itu, dirinya belum mengetahui apa saja wasiat sang ayah, termasuk soal Masjid Ramlie Musofa.

Ramli Rasidin adalah seorang beretnis China yang menjadi mualaf pada usia 19 tahun. Ia bersyahadat pada 1964 di Aceh. Setelah 52 tahun berselang atau pada 2016, ia mendirikan Masjid Ramlie Musofa.

Masjid tersebut berlokasi di seberang Danau Sunter atau tepatnya di Jalan Danau Sunter Selatan 1 blok 1/10 Nomor 12C - 14A, Jakarta Utara. Masjid megah dengan tiga lantai itu dibangun selama lima tahun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.

 

Baca juga:

Begini Kemegahan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Taj Mahal Versi Indonesia

 

Arsitektur masjid itu mirip dengan Monumen Taj Mahal di India, sama-sama memiliki tiga kubah. Komposisi letak dan perbandingan ukuran antarkubahnya juga serupa. Sejumlah menara kecil yang mengitari tiga kubah tersebut juga mirip. Ditambah lagi semua bangunannya juga berwarna putih, membuat mata serasa melihat Taj Mahal mini di Jakarta.

Jika Taj Mahal adalah simbol cinta seorang raja kepada istrinya, Masjid Ramlie Musofa adalah lambang cinta Ramli kepada Islam. "Jadi bapak itu, Pak Haji Ramli, berharap masjid ini sebagai lambang cinta beliau kepada, pertama Allah SWT, kedua kepada Islam, ketiga kepada keluarga," kata Sofian. (Mr/Republika)


Back to Top